Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 20.17 WIB

Tiga Pantai Tulungagung Jadi Tempat Bertelur Penyu Lengkang dan Hijau

DILEPAS KE PANTAI: Tukik menuju habitatnya setelah ditangkar pokdarwis di Pantai Sanggar. (Tomi Purwoatmojo for Jawa Pos Radar Tulungagung) - Image

DILEPAS KE PANTAI: Tukik menuju habitatnya setelah ditangkar pokdarwis di Pantai Sanggar. (Tomi Purwoatmojo for Jawa Pos Radar Tulungagung)

JawaPos.com - Selain memiliki keindahan alam, Pantai Sanggar, Patuk Gebang, dan Jung Pakis di Desa Jenggulungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, ternyata menjadi tempat bertelurnya penyu lengkang (Lepidochelys olivacea) dan penyu hijau (Chelonian mydas). Hal itu diungkapkan Tomi Purwoatmojo, anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) Pantai Sanggar dan penggiat wisata Tulungagung.

Menurut dia, tiga pantai tersebut memang sering dibuat penyu untuk bertelur. Sebab, kondisi tiga pantai itu masih alami dan relatif bersih dari sampah serta sedikit campur tangan manusia. Selain itu, banyak pohon pandan sebagai makanan penyu ketika di pantai. ”Sehingga cocok sebagai tempat penyu bertelur,” ungkapnya.

Sayang, lanjut dia, telur-telur penyu itu sering tidak bisa bertahan sampai menetas. Sebab, dimangsa predator seperti biawak atau tersapu gelombang pantai selatan Jawa yang terkenal besar. Karena itu, jumlah populasi penyu menurun. Melihat kondisi tersebut, pokdarwis Pantai Sanggar tergerak untuk melakukan penyelamatan. Meski masih sederhana, penyelamatan telur penyu tersebut tergolong efektif untuk mengurangi jumlah telur yang berkurang karena dimangsa predator.

Tomi mengatakan, penyu tersebut biasanya akan ke pantai dan bertelur pada Juli sampai November. ”Saat itulah kami mengambil telurnya untuk ditangkarkan. Setelah menetas, tukik tersebut dilepas lagi ke laut setelah cangkangnya mengeras, sekitar dua sampai tiga bulan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, tukik atau penyu akan kembali ke tempat dilahirkan untuk bertelur. ”Memang tidak semua tukik yang dilepas di laut bertahan hidup. Terkadang ada yang mati karena sampah plastik di laut,” katanya.

Mengenai biaya penangkaran, Tomi menambahkan biasanya diambil dari tiket masuk dan parkir pengunjung ketika mereka ke pantai. Juga, saat pelepasan tukik ke laut. ”Pengunjung ditarik Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per tukik yang dilepas,” katanya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore