Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2019 | 01.25 WIB

Bulan Dirgantara, JAT TNI AU Lakukan Atraksi di Langit Pekanbaru

ATRAKSI: Tim Aerobatik Jupiter (JAT) TNI AU melakukan atraksi di  langit Pekanbaru, Riau, Minggu (31/3). - Image

ATRAKSI: Tim Aerobatik Jupiter (JAT) TNI AU melakukan atraksi di langit Pekanbaru, Riau, Minggu (31/3).

JawaPos.com - Dalam rangka pelaksanaan Bulan Dirgantara, tim Aerobatik Jupiter atau Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU melakukan berbagai atraksi di langit Pekanbaru, Riau, Minggu (31/3). Sejumlah atraksi yang dilakukan pun membuat decak kagum masyarakat Pekanbaru yang hadir di Lanud Roesmin Nurjadin.


Pimpinan JAT Letkol Pnb Marcellinus mengatakan, atraksi ini dilakukan setelah timnya berhasil membawa nama baik bangsa Indonesia di Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2019, Malaysia, beberapa waktu lalu. Ada sekitar 12 formasi yang ditampilkan oleh para pilot profesional tersebut.


"Formasi yang ditampilkan ini, merupakan beberapa dari formasi yang digunakan JAT di LIMA 2017, Malaysia pada 26-30 Maret lalu. Seperti demikian Novian, adalah Roll Slide, Hard, Crosster, Box Provision, Barrier Roll Formation, Tactical dan lainnya," sebutnya.


Tampak JAT yang seluruhnya ada 6 pesawat KT-1B Wong Bee buatan Korea Selatan itu, menari-nari di langit Biru yang cerah. Ada sekitar 20 menit para awak menerbangkan burung besi tersebut. 


Atraksi dimulai saat enam pesawat KT-1B Wong Bee yang tiba beriringan dari arah utara. Kemudian dua pesawat lainnya berpencar ke sisi kiri dan kanan. Kedua pesawat itu memulai atraksi seperti terbang dari arah berlawanan dengan jarak yang cukup dekat satu dengan lainnya. 


Atraksi terus berlanjut seperti dua pesawat terbang dengan posisi atas dan bawah beriringan namun satu pesawat di atas terbang secara terbalik. Seluruh mata tertuju ke atas, mulai dari yang kecil hingga yang tua. Meski suara pesawat yang cukup lantang, tapi mereka tak menghiraukan.


Salah seorang penerbang JAT asal Pekanbaru Mayor Pnb Ferdian Corbie Habibi, merasa sangat bangga dapat menampilkan keahlian terbaiknya di kota asalnya sendiri. Dia mengaku, penampilan kali ini sangat spesial, karena kemungkinan besar menjadi yang terakhir menari-nari di langit Pekanbaru.


"Dari 2015 masuk tim dan berangan-angan tampil di Pekanbaru dan hari ini saya ada di tim. Sebentar lagi akan meninggalkan tim. Alhamdulillah bisa  memberikan yang terbaik untuk warga Pekanbaru. Saya bangga sebagai anak Pekanbaru," ungkapnya.


Habibi berharap di masa mendatang ada generasi muda yang dapat berkiprah dan menjadi pilot handal bertaraf internasional yang menggantikannya.


Salah seorang warga yang melihat atraksi TNI AU, Khairul Amri, 38, mengaku terkesima dengan sajian yang ditampilkan. Ia bersama istri dan 4 orang anaknya yang masih kecil sengaja menyambangi Lanud Roesmin Nurjadi untuk melihat atraksi yang disajikan.  


Sebab, tak setiap hari mereka bisa masuk sembarangan ke markas TNI Angkata Udara. "Pengen foto-foto juga. Sekalian ingin melihatkan secara langsung ke anak-anak saya bagaimana bentuk pesawat yang asli. Mereka senang sekali melihatnya," kata pria yang biasa disapa Ari itu.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore