
UNJUK RASA: Ratusan warga Sukoharjo menuntut penutupan pabrik PT RUM, Jumat (19/1).
JawaPos.com - Pencemaran lingkungan serta bau busuk dari limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) sudah dirasakan warga sejak tahun 2017. Warga pun kerap menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah setempat.
Dan puncaknya, warga mendatangi kantor DPRD Kabupaten Sukoharjo pada Jumat (19/1). Warga mendesak agar pemerintah bersikap tegas dengan menutup pabrik yang berada di Nguter, Sukoharjo tersebut.
Hal ini dilakukan warga, karena mereka sudah cukup terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan oleh pabrik serat rayon tersebut. Warga juga sempat melakukan mediasi dengan pihak PT RUM. Akan tetapi, pihak PT RUM yang diwakili oleh Presiden Direkturnya, Pramono menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa menghilangkan bau secara total. PT RUM hanya bisa berusaha untuk mengurangi bau yang ditimbulkannya saja.
PT RUM pun menjanjikan dalam satu bulan ke depan, bau busuk yang mengganggu warga akan berkurang. Pramono menyebutkan, untuk menghilangkan bau busuk tersebut memerlukan sebuah alat khusus. Dan alat ini masih dalam proses pemesanan di Denmark. Diperkirakan alat tersebut baru akan tiba pada tahun 2019 mendatang.
Untuk sementara, pihaknya akan melakukan pengabutan terhadap gas hidrogen sulfida tersebut. Tujuannya untuk mengurangi bau busuk yang dihasilkan dari gas tersebut. Selain itu, PT RUM juga akan melakukan penebaran mikroba dan juga pembuatan green belt. Tujuannya agar bau tidak menyengat dan juga baunya agar tidak semakin meluas.
Menanggapi desakan penutupan PT RUM dari warganya, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menegaskan pihaknya tidak sependapat. Sebaliknya, Wardoyo meminta warganya untuk bisa bersabar dan memberikan kesempatan kepada PT RUM untuk mengatasi permasalahan bau tersebut.
Puncak kekesalan warga terjadi pada Kamis (22/1). Pagi itu, ribuan warga dari puluhan desa di dua kecamatan yakni Kecamatan Nguter dan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) kembali menggelar aksi unjuk rasa di rumah dinas Bupati Sukoharjo. Aksi ini sebagai tindak lanjut dari tuntutan warga sebelumnya yakni mendesak dilakukannya penutupan PT Rayon Utama Makmur (RUM).
Salah satu koordinator lapangan (Korlap), Sukiman menuturkan, bahwa informasi terkait penutupan PT RUM yang akan dilakukan per Sabtu (24/2) belum bisa dipastikan kebenarannya. Pasalnya tiga perwakilan warga tidak dilibatkan dalam rapat yang sempat digelar antara PT RUM dan Muspida Kabupaten Sukoharjo.
Lebih lanjut Sukiman mengatakan, dalam aksi damai ini diikuti sekitar 5.000 warga dari lebih 24 desa di dua kecamatan yang terdampak limbah PT RUM. Aksi ini mendapatkan penjagaan ketat oleh aparat keamanan dari Polri, TNI dan juga Satpol PP. Sedikitnya ada 350 personel Polres Sukoharjo diterjunkan untuk mengawal aksi ini.
Aksi yang awalnya berjalan damai pun sempat memanas. Warga terpancing dengan ucapan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya yang kala itu bersedia berbicara dengan warga. Hanya saja, ada ucapannya yang dinilai tidak sejalan dengan keinginan masyarakat. Bahkan akibat terpancing emosi, sejumlah warga melempari bupati menggunakan gelas air mineral. Tetapi, insiden ini tidak meluas dan dapat diredam oleh aparat dan juga oleh koordinator lapangan (Korlap).
Siang itu, Bupati Sukoharjo, bersedia menemui warga pada pukul 12.35 WIB. Setelah ribuan warga menunggu hingga beberapa jam. Saat hendak membacakan surat kesepakatan akan dibacakan di depan pintu masuk kantor Setda Sukoharjo. Tetapi, belum sempat membaca, para pengunjuk rasa meminta bupati untuk membacakannya di atas naik truk yang digunakan untuk orasi.
Sesampainya di atas truk, Wardoyo menyampaikan hasil rapat yang sudah dilakukan sehari sebelumnya yakni Rabu (21/2). Awalnya, pembacaan berlangsung aman. Tetapi, sampai akhir pembacaan warga langsung tersulut emosinya. Emosi warga tersebut terpancing saat Wardoyo justru menyampaikan apresiasi kepada PT RUM. Usai menyampaikan keputusan tersebut, Bupati dengan cepat meninggalkan truk dan menuju ke kantornya.
Pada saat itu, warga yang sudah tersulut emosinya, berusaha melempar bupati menggunakan gelas air mineral. Puncak kekesalan warga Sukoharjo terjadi pada Jumat (23/1). Ribuan warga melakukan penutupan akses masuk ke pabrik. Selanjutnya, warga yang sudah emosi juga melakukan perusakan terhadap sejumlah bangunan aset PT RUM. Tidak hanya itu, warga juga sempat melakukan pembakaran.
Beringasnya aksi warga ini tidak mampu dicegah oleh aparat keamanan yang sebelumnya sudah berjaga di lokasi. Emosi warga ini karena permintaannya agar pabrik PT RUM ditutup tidak dituruti oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.
Suasana di kompleks pabrik PT RUM begitu mencekam. Karena ribuan warga berusaha merusak fasilitas milik PT RUM. Sembari berteriak, warga terus saja melempari sejumlah bangunan yang ada. Usai perusakan yang dilakukan, sedikitnya ada tujuh orang yang ditangkap oleh kepolisian. Mereka adalah Muhammad Hisbun Payu alias Is, Kelvin Ferdiansyah, Sutarno, Sukemi Edi Susanto, Brilian Yosef Naufal, Bambang Hesthi Wahyudi dan Danang Tri Widodo.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
