
Polres Bengkalis hingga kini masih menyelidiki penyebab banyaknya mayat yang ditemukan di Perairan Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Riau.
JawaPos.com - Polres Bengkalis hingga kini masih menyelidiki penyebab banyaknya mayat yang ditemukan di Perairan Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Riau, yang berdekatan dengan Selat Malaka. Belum dapat diketahui sebab pasti soal asal muasal mayat-mayat tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Y Andri Setiawan mengatakan, pihaknya enggan berandai-andai apa penyebab ditemukannya 8 mayat di wilayah hukumnya itu. "Saat ini kami fokus untuk evakuasi dan berkordinasi dengan pihak RS Bhayangkara untuk identifikasi. Untuk penyebabnya perlu waktu, sedang didalami," kata dia, Minggu (2/12) malam.
Tersiar kabar bahwa, 8 mayat yang terdiri dari 5 mayat berjenis kelamin laki-laki dan 3 mayat berjenis kelamin perempuan ini, merupakan korban dari karamnya kapal di perairan tersebut.
Kapal tersebut disebut-sebut mengangkut belasan orang TKI secara ilegal dari Malaysia ke Indonesia. "Saya tidak mengatakan demikian. Perlu pendalaman," sebutnya.
Sementara itu, sembari mengevakuasi para korban, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia. Sebab, salah satu korban dikabarkan memiliki keluarga di sana. "Iya. Kita sudah berkoordinasi dengan Malaysia. Untuk disampaikan informasi ini kepada PDRM. Berkaitan informasi dari keluarganya," bebernya.
Untuk diketahui, hingga Minggu (2/12), sudah 8 mayat yang ditemukan mengapung di Perairan Teluk Pambang. 3 diantaranya, sudah diketahui identitasnya. Sedangkan 6 orang masih dalam pencarian.
Mayat kedelapan ditemukan di perairan Kecamatan Bengkalis, Sabtu (1/12) petang. Jenis kelaminnya laki-laki, namun wajah tak dapat dikenali sebab kondisinya sudah hancur dan membusuk.
Semua jasad ini berada di RS Bhayangkara Polda Riau untuk diotopsi. Sementara itu, 3 jasad yang berhasil diidentifikasi identitasnya yaitu, Ujang Chaniago, 48, yang berasal dari Lubuk Nyiur, Dusun V Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas dan Mimi Dewi, 32, warga Jalan Lansano, Kelurahan Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Keduanya berasal dari Sumatera Barat.
Sedangkan Maya Karina, 37, berasal dari Mentikan, RT 020/RW 02, Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022