Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Desember 2018 | 02.45 WIB

Dinas Pariwisata Inginkan Tradisi Jaranan Masuk Hotel

KESENIAN TRADISIONAL: Festival Jaranan 2018 yang berlangsung di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Minggu (2/12). - Image

KESENIAN TRADISIONAL: Festival Jaranan 2018 yang berlangsung di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Minggu (2/12).

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pariwisata Kota Malang menginginkan gelaran seni tradisi jaranan bisa diselenggarakan pada saat pertemuan khusus. Salah satunya digelar di hotel berbintang. Dengan begitu, kesenian ini tidak hanya bisa dinikmati di tempat terbuka. 


Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata Kota Malang Agung Harjaya Buana mengatakan, seni pertunjukan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sehingga, sederet seni pertunjukan dapat menjadi salah satu daya tarik untuk membuat wisatawan datang ke Malang. Termasuk tradisi jaranan yang dikemas dalam Festival Jaranan. 


Oleh karena itu, pihaknya mewacanakan agar festival itu bisa digelar tidak hanya diruang terbuka, namun juga hotel-hotel. "Tujuan utamanya selain menarik wisatawan dan menghibur masyarakat, festival tersebut juga untuk membuat seni tradisi sebagai seni pertunjukan," ujarnya saat kegiatan Festival Jaranan 2018 yang berlangsung di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Minggu (2/12). 


Dia mengatakan, berdasarkan peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 25 Tahun 2018, setiap unsur wisata seperti hotel dan rumah makan atau restoran wajib bekerjasama dengan UKM dari sektor pariwisata, baik dalam segi produk ataupun seni pertunjukan. Sehingga, berbagai produk dan seni pertunjukan khas daerah dapat terus dinikmati.


"Hotel-hotel berbintang banyak yang menyediakan tempat khusus untuk produk UKM. Selain itu ada juga yang rutin menggelar seni pertunjukan," kata dia. 


Dia pun berharap, jaranan yang identik dengan pertunjukan di lapangan ini dapat masuk ke hotel dan rumah makan sebagai seni pertunjukan.


Sementara itu Ketua DPRD Kota Malang, Bambang Heri Susanto yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menambahkan, event yang digelar tersebut sangat penting untuk digelar setiap tahunnya. Dia juga berharap, setiap seni tradisi yang disuguhkan guna menarik wisatawan juga dapat dikemas lebih baik lagi.


"Melalui festival ini, tentu semuanya lebih menarik. Saya harap jaranan sekarang 70 persen pertunjukan tari dan 30 persen 'kalap', jadi kebiasaan itu dibalik mulai sekarang agar banyak yang tertarik menonton," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore