Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 September 2018 | 02.24 WIB

Sindikat Pencurian L300 Diringkus, Pelaku Merupakan Residivis

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti menunjukkan barang bukti milik tersangka yang digunakan untuk menggasak mobil pick up L300 - Image

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti menunjukkan barang bukti milik tersangka yang digunakan untuk menggasak mobil pick up L300

JawaPos.com - Tim Resmob Polrestabes Surabaya meringkus sindikat maling spesialis mobil pick up L300, Minggu (16/9). Para pelaku diringkus tanpa perlawanan. Sindikat itu, digawangi oleh Ervan E, 20; Nur Kolis, 34; Yayan H, 32; G. Wardono, 29 dan Agus S, 48.


Wardono, Yayan dan Agus diringkus saat berada di temapt kosnya yang berada di Surabaya Barat. Sementara Ervan dan Kolis diringkus di Gresik. Keduanya sempat kabur begitu tau tengah diburu polisi


Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti mengatakan, pihaknya masih melanjutkan penyidikan atas kasus tersebut. Katanya, masih ada tiga anggota sindikat lain yang masih dalam pengejaran.


"Mereka kami masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Termasuk penadahnya di Sumenep, Madura," kata Bima di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (16/9).


Meski demikian, dirinya sudah mengantongi sejumlah ‌informasi terkait sepak terjang para tersangka. "Mereka sudah pernah diringkus oleh jajaran Polres Malang, Batu dan Gresik," kata


Bima melanjutkan, daloam menjalankan aksinya, sindikat itu selalu melakukan observasi dan menarget sasaran tertentu. Ervan dan Agus yang bertindak sebagai observator. Sedangkan Nur Kholis, bertindak sebagai ketua sindikat. Alhasil, para tersangka sudah menyatroni tujuh lokasi di Surabaya dan Gresik.


Antara lain, di Jalan Rejosari Baru I/44, Jalan Raya Tengger, Benowo, Jalan Manukan Yoso, Jalan Benowo nomer 37 A, Jalan Tidar nomer 154, Desa Iker-Iker Cerme, dan Jalan Mayjen Sungkono, Kebomas, Gresik.


"Saat beraksi di Surabaya, lokasinya rata-rata di wilayah Barat. Tapi, syukur sudah kami amankan," kata Bima.


Saat beraksi, semua anggota sindikat berada di lokasi. Mereka menggunakan sejumlah perkakas seperti tang (gunting) besi, obeng, dan sejumlah peralatan membobol lainnya.


Mereka sengaja mengincar pick up L300. Alasannya, sindikat itu punya koneksi seorang penadah pick up curian yang diketahui berada di Sumenep, Madura. Tersangka menjual pick up curiannya mulai dari harga Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.


"Untuk sementara, fakta yang kami dapat bahwa sindikat ini tidak melayani pesanan mobil curian. Tapi memang mereka tahu pasarnya. Karena penadahnya di Sumenep, Madura," ungkapnya.


Sementara itu, Nur Kholis mengaku tidak menyasar lokasi tertentu. Dia hanya menyusuri beberapa ruas jalan.


Jika, dalam perjalanan dirinya mendapati mobil pick up L300 yang terparkir, dia dan komplotannya akan menarget kendaraan tersebut. Barulah pada malam harinya, Nur Kholis dan kawan-kawan beraksi menggasak sasarannya.


"Saya biasanya jalan-jalan. Kalau lihat ada L300, malemnya langsung saya kerjain. Biasanya, saya potong gemboknya pakai tang besi saat terparkir di dalam rumah pemilik," aku Kholis.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore