Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 September 2018 | 01.40 WIB

Kalimalang Diubah Seperti Sungai Korsel, Walhi: Jangan Sebatas Mimpi

Kondisi Kalimalang yang kumuh. - Image

Kondisi Kalimalang yang kumuh.

JawaPos.com - Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan Hardja mengkritik program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam revitalisasi Kalimalang, Bekasi yang ajan disulap seperti sungai Cheyonggyecheon di Korea Selatan. Pasalnya rencana tersebut jangan hanya sekedar mimpi namun harus benar terwujud.


"Saya kira, ini bukan hanya sekdar mimpi saja, tapi harus terwujud secara menyeluruh," kata Dadan kepada JawaPos.com Sabtu (15/9).


Sebab, sebetulnya dari sisi kampanye atau janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum hanya fokus dalam revitalisasi sungai Citarum. Sehingga walaupun Kalimalang menjadi bagian dari Citarum, namun jangan sampai kemudian hanya menata Kalimalang saja.


Sedangkan Citarum terbengkalai. Maka harus secara menyeluruh dari hulu hingga hilir Citarum.


"Jangan sampai ke depannya hanya dijadikan pencitraan belaka dalam penataan Kalimalang. Jadi hulu ke hilir harus sama," ujarnya.


Karena pihaknya khawatir jika rencana tersebut hanya sekedar proyek Kalimalang saja. Tentunya saat ini adalah momen Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih memprioritaskan keselamatan lingkungan hidup di seluruh Jabar.


"Kita sih khawatirnya itu hanya proyek, kemudian hanya di Kalimalang saja dan jadi pencitraan. Sekarang saatnya Provinsi lebih kuat dalam menyelamatakan sungai-sungai yang ada di Jabar, karena Kalimalang itu berada di lintas kota," ungkapnya.


Karena program menyelamatkan ekosistem lingkungan seperti sungai harus diatasi dari hulu ke hilir. Maka jika hanya hilirnya saja maka tidak akan berdampak pada progres Citarum yang telah diprogramkan sebelumnya.


"Ini saya enggak tahu konsepnya kenapa harus Kalimalang, Karena lokasi Kalimalang ada di hilir kemudian juga hanya salah satu sungai saja yang ada di Bekasi," tuturnya.


Sebagaimana diketahui program yang telah berjalan sejak kepemimpinan sebelumnya, hingga saat ini belum ada progres yang signifikan. Maka dipemerintahan baru harus lebih memprioritaskan Citarum.


"Belum ada progres signifikan terkait dengan citarum. Karena problemnya sendiri di pembuangan limbah industri dan domestik secara langsung. Program relokasi juga masih dalam proses, evalusasi di lapangan belum menunjukan keberhasilan yang signifikan," jelasnya.


Jabar sendiri memiliki sebanyak 40 DAS besar dengan kondisi yang mengalami krisis lingkungan. Baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Bahkan dari 40 DAS, 80 persen dalam keadaan rusak.


"Secara kualitatif banyaknya pencemaran dan kuantitatif memang semakin menyusut wilayah tangkapan air di Jabar," tandasnya. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore