Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 September 2018 | 01.46 WIB

Duta Besar Uni Eropa Tidak Sarankan Penerapan Ganjil Genap di Surabaya

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend saat berbicara di depan Kongres UCLG ASPAC di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (14/9). - Image

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend saat berbicara di depan Kongres UCLG ASPAC di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (14/9).

JawaPos.com - Usai didapuk menjadi calon tunggal Presiden UCLG ASPAC, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung menyerukan isu terkait dengan perubahan iklim. Sejumlah delegasi pun merespons isu tersebut. 


Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend mengaku sudah membahas hal itu dengan Risma. Dia berpendapat, Surabaya perlu memperbanyak transportasi umum dan ruang publik seperti taman. 


"Transportasi publik, taman, dan mengurangi sampah perkotaan adalah solusinya. Itu juga perlu peran dari masyarakatnya," kata Guerend di  Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (14/9). 


Namun, terkait masalah transportasi, Guerend tidak menyarankan untuk menerapkan sistem plat nomer ganjil genap di Surabaya. Katanya, di Eropa sendiri, yang diterapkan adalah sistem jalan berbayar. 


Guerend mencontohkan beberapa kota di Eropa seperti London, menerapkan pajak tinggi bagi kendaraan yang memasuki wilayah tengah kota. Dia tidak menyebut berapa persen pajaknya. 


Hanya saja, cara itu terbukti efektif menekan angka penggunaan kendaraan pribadi di jalanan. Guerend menilai jika mungkin saja cara tersebut dapat diterapkan di Surabaya. "Terbukti efektif mendorong masyarakat mengurangi kebiasaan memakai kendaraan pribadi," kata Guerend. 


Meski demikian, Guerend tetap menyarankan agar Pemkot Surabaya menambah armada transportasi publiknya. Dia menilai bahwa kehidupan warga di Surabaya sangat progresif. Dinamikanya tinggi. 


Apalagi, jika menyangkut kualitas hidup yang kaitannya dengan ketersediaan infrastruktur publik. "Mungkin akan butuh investor untuk mewujudkan itu. Tapi, itulah caranya jika Kota Surabaya ingin jadi kota yang semakin layak huni," katanya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore