
ILUSTRASI: Fenomena kekeringan yang masih melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah membuat pemerintah melakukan langkah lanjutan.
JawaPos.com - Fenomena kekeringan yang masih melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah membuat pemerintah melakukan langkah lanjutan. Selain terus mengirimkan dropping air bersih, program pipanisasi juga disiapkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan bahwa bantuan pipanisasi sedianya sudah diterapkan di Boyolali. Bantuan pipanisasi sepanjang 4 kilometer diserahkan secara langsung kepada wakil bupati setempat beberapa waktu lalu.
"Saya mintakan kembali pipanisasi untuk Kabupaten Banjarnegara. Mudah-mudahan bisa dibantu lagi," ujarnya ketika ditemui di Komplek Gubernuran, Semarang, Sabtu (8/9).
Menurut Sarwa, dana BPBD Jateng sebesar Rp 600 juta yang sebelumnya belum tersentuh sama sekali, bakal mulai dipakai untuk mengirimkan dropping air ke sejumlah daerah terdampak kekeringan. "Seperti misal di Kendal, Temanggung, Kabupaten Semarang dan Ungaran," sambungnya.
Namun demikian, meski belum bisa mengatakan bahwa musim kemarau telah habis masanya, Sarwa mengungkap beberapa daerah di Jateng sudah mulai dituruni hujan. Untuk itu, konsentrasi BPBD saat ini juga sudah dibagi, terutama mengantisipasi bencana yang ditimbulkan akibat datangnya musim penghujan.
"Kemarau kan bikin tanahnya retak dan kalau dihantam hujan ini khawatirnya kami bisa terjadi longsor. Banjarnegara masih rawan. Lalu Wonosobo, Kebumen, dan Cilacap juga," terangnya.
Sarwa menyebut kalau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan akan hal ini. Sebagai langkah antisipatif, rapat koordinasi dengan jajaran terkait sudah terlaksana, dimana diputuskan untuk disampaikan hingga ke tingkat desa rencana penanggulangan terkait perubahan cuaca dadakan ini.
Respon cepat masyarakat dalam hal ini menurutnya sangatlah dibutuhkan. Artinya, mereka harus tahu kapan waktu yang tepat untuk meninggalkan kediaman masing-masing ketika tanda bencana terdeteksi.
”Segera saja, karena tanda-tandanya sendiri kan sudah diketahui. Kalau air hujan sudah keruh dan ada suara gemuruh pasti mereka tahu akan ada longsor,” tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022