
Pemudik dengan riwayat jantung diminta ikuti saran dokter
JawaPos.com - Seseorang dengan riwayat penyakit jantung, masih diperbolehkan untuk mudik ke kampung halaman. Hanya saja, ada beberapa catatan yang wajib dipatuhi. Sebab tingkat kekambuhan penyakit jantung dan kardiovaskular tak ada yang bisa menduga. Bisa terjadi tiba-tiba.
Apalagi di saat arus mudik kondisi seseorang rentan kelelahan. Kemacetan yang panjang, membuat pemudik dengan riwayat penyakit jantung, sangat rentan lelah bahkan kambuh.
"Masih boleh mudik akan tetapi lebih baik jangan mengemudi, tetapi menjadi penumpang. Jikapun harus menjadi pengemudi, harus rajin-rajin berhenti istirahat serta ada sopir cadangan," ujar Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Iwan Dakota kepada JawaPos.com, Minggu, (10/6).
Maka ada beberapa peringatan yang wajib dipatuhi pemudik dengan riwayat penyakit jantung, di antaranya:
1. Bawa Obat
Seseorang dengan riwayat sakit jantung sangat wajib membawa obat-obatan saat mudik. Pihak keluarga wajib membantu untuk mengingatkan dan mengecek kembali obat-obatan apa yang wajib dibawa.
"Sebab rentan kekambuhan ya kalau kelelahan. Maka bisa diantisipasi jika terasa sakit dada di perjalanan," kata Iwan.
2. Jangan Menyetir Sendiri
Iwan mengimbau agar pemudik dengan riwayat sakit jantung agar tidak menyetir sendiri atau mengemudi seorang diri. Harus disiapkan sopir cadangan.
"Harus didampingi atau berganti sopir. Sebab jika tak berganti, pasti di jalan itu macet dan rentan stres," jelas Iwan.
3. Banyak Istirahat
Istirahat sebanyak mungkin. Dengan riwayat penyakit jantung harus sering beristirahat.
"Biasanya maksimal 3-4 jam berhenti istirahat. Apalagi dalam keadaan macet," kata Iwan.
4. Jangan Paksakan Puasa
Ketika dalam perjalanan, jika sesuai saran dokter harus mengonsumsi obat-obatan tiga kali sehari, maka hal itu jangan dilanggar. Dianjurkan pemudik dengan riwayat sakit jantung agar tidak berpuasa.
"Jangan paksakan diri berpuasa. Ikutilah saran dokter. Bisa diganti di kemudian hari atau membayar fidyah," jelas Iwan.
5. Sediakan Obat Isap di Dompet
Ketika seseorang dengan riwayat Penyakit Jantung Koroner (PJK), dokter memberikan rekomendasi agar menyimpan tablet hisap di dalam dompet. Tablet hisap itu ditaruh di bawah lidah untuk menghilangkan rasa sakit di dada.
"Biasanya pasien PJK kami rekomendasikan simpan obat tablet hisap itu di dalam dompet agar tidak lupa. Apalagi jika akan mudik, harus ingat," kata Iwan.
6. Naik Bus Lebih Aman
Iwan menganjurkan agar pemudik dengan riwayat penyakit jantung atau stroke dan kardiovaskuker lainnya lebih aman dengan naik kendaraan umum. Mereka tak perlu repot untuk berkendara dan terhindar dari kelelahan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
