Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 September 2017 | 17.59 WIB

Biar Bisa Panen, Petani Pesisir Kembangkan Padi Tahan Air Asin

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kerapnya air laut masuk ke areal persawahan membuat petani menghadapi kendala dalam bertanam. Akibatnya padi yang ditanam gagal panen akibat tidak tahan dengan air asin.


Kini petani di wilayah pesisir Kabupaten Kendal, Jateng, mendapatkan asa baru. Petani Desa Purwokerto dan Turunrejo, Kecamatan Brangsong, menanam varietas padi tahan air asin untuk mengatasi dampak intrusi air laut.


Petugas Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balai Uji dan Penelitian Provinsi Jateng Karyanisih menyebutkan, uji coba varietas padi tahan air asin dilaksanakan sejak tahun lalu. Beberapa varietas tersebut meliputi dendang, inpari 34, inpari 35, dan Ciherang inpari 9.


Ada 65 hektare tanaman padi yang toleran dengan air asin di pesisir Kendal. Hasil panen padi varietas inpari 34 dan 35 sangat bagus. Dalam satu hamparan, bisa dihasilkan 7-9 ton per hektare. Sementara itu, tanaman padi normal dengan lahan yang sama bisa menghasilkan 4-6 ton per hektare.


''Para petani di pesisir tak perlu khawatir dengan varietas ini. Padi bervarietas toleran dengan air asin, bisa ditanam dengan kadar asam hingga 8. Padahal, jika terkena kadar air garam 2, varietas padi yang ditanam petani sudah tidak tahan. Akibatnya, daun padi gosong seperti terbakar,'' jelasnya. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore