
Ilustrasi
JawaPos.com - Kerapnya air laut masuk ke areal persawahan membuat petani menghadapi kendala dalam bertanam. Akibatnya padi yang ditanam gagal panen akibat tidak tahan dengan air asin.
Kini petani di wilayah pesisir Kabupaten Kendal, Jateng, mendapatkan asa baru. Petani Desa Purwokerto dan Turunrejo, Kecamatan Brangsong, menanam varietas padi tahan air asin untuk mengatasi dampak intrusi air laut.
Petugas Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balai Uji dan Penelitian Provinsi Jateng Karyanisih menyebutkan, uji coba varietas padi tahan air asin dilaksanakan sejak tahun lalu. Beberapa varietas tersebut meliputi dendang, inpari 34, inpari 35, dan Ciherang inpari 9.
Ada 65 hektare tanaman padi yang toleran dengan air asin di pesisir Kendal. Hasil panen padi varietas inpari 34 dan 35 sangat bagus. Dalam satu hamparan, bisa dihasilkan 7-9 ton per hektare. Sementara itu, tanaman padi normal dengan lahan yang sama bisa menghasilkan 4-6 ton per hektare.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
