Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 April 2017 | 09.40 WIB

Daerah Terisolir Tapi Narkoba Cukup Marak, Kapolres: Saya Curiga Dua Hal

Kapolres Jayawijaya AKPB Yan Pieter Reba - Image

Kapolres Jayawijaya AKPB Yan Pieter Reba

JawaPos.com - Kapolres Jayawijaya, AKPB Yan Pieter Reba SE MSi mencurigai peredaraan sabu di Jayawijaya melibatkan oknum aparat yang ada di Kabupaten Jayawijaya sehingga barang haram ini dengan mudah masuk ke Wamena, Kabupeten Jayawijaya.

Dari data yang ada, tercatat polisi mengungkap sedikitnya lima peredaran sabu di Jayawijaya. Ini pun berlangsung dalam kurun waktu tiga bulan terakhir hingga pertengahan April tahun 2017 ini.

Dilansir dari Cenderawasih Post (Jawa Pos Group), hingga saat ini transportasi udara menjadi satu-satunya akses masuk dan keluarnya manusia dan barang. Hal ini membuat, Kapolres mencurigai ada keterlibatan masuknya sabu melalui bandara.

"Ada dugaan, entah itu anggota atau petugas lain. Kita akan selidiki lebih dalam lagi dan kalau anggota kami dari kepolisian ada yang terlibat kami pecat. Saya tidak main-main," tegas Yan Pieter Reba ketika ditemui di Mapolres Jayawijaya, Rabu (12/4).

Dia menjelaskan bahwa rata-rata narkotika jenis sabu-sabu masuk ke Wamena melalui bandara sebab daerah pegunungan Papua itu tidak bisa dijangkau dengan menggunakan kapal laut dan transportasi darat.

Kata Reba, pihaknya tidak ada rencana penambahan anggota di bandara dan kalaupun akan ditambah, nantinya dipilih secara baik agar anggota yang ditugaskan tidak bekerjasama dengan penjahat pelaku penyenludup sabu - sabu.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap seorang jaringan pemasok dan pengguna sabu - sabu di Jayawijaya, yang ditangkap pada Minggu lalu (9/4) pelaku mengakui barang - barang itu diseludupkan melalui pesawat.

"Saya yakin mereka mau mengaku tentang ada keterlibatan, tidak mungkin tidak ada petugas yang terlibat untuk kasih lolos karena di pesawat saja sebelum turun dan naik pasti ada pengumuman kepada penumpang tentang larangan membawah atau menggunakan barang ini,” jelasnya.

Menurut data Polres Jayawijaya pada tahun 2017 saja pihkanya berhasil mengungkap lima kasus peredaran narkoba jenis sabu dan juga tujuh kasus tempat pembuatan minuman keras di Jayawijaya.

“Kita harap peran masyarakat juga untuk melaporkan jika ada kecurigaan jaringan narkoba di Jayawijaya dan juga tempat pembuatan minuman keras karena ini awal segala tindak pidana di daerah ini,” pungkasnya.(gin/lay/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore