Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 06.43 WIB

Massa Serang Polsek, Dipicu Informasi yang Ternyata Hoax

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Kekerasan terhadap aparat keamanan kembali terjadi di Nabire,  Jumat (20/1). Seorang anggota Polsek Kamu dan anggota Brimob Den A mengalami kekerasan yang dilakukan sekelompok massa.

Kasus ini diduga dipicu salah paham antara sopir mobil Toyota Rush dengan pengendara SPM yang berujung pemalangan Jembatan Kampung Mauwa Kabupaten Dogiai.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. A.M Kamal Saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pemukulan terhadap anggota dan pemalangan jembatan kampung Mauwa. Saat ini polisi  masih mendalami para pelaku yang melakukan aksi pemukulan tersebut guna dilanjutkan proses hukumnya.

Dari laporan yang diterima polisi, awalnya  sekitar pukul 10.30 WIT bertempat di Jembatan Kali Tuka telah terjadi kesalah pahaman antara pengemudi mobil lintas jenis Toyota Rush DS 7404 K yang dikendarai Yusran, dengan pengendara motor Nolas Douw.

Menurut penyampaian dari beberapa pemuda yang mengejar sopir sampai ke Polsek Kamu, bahwa telah terjadi penyenggolan oleh  mobil Toyota Rush terhadap Nolas Douw. Namun setelah anggota mengklarifikasi kepada sopir, penyampaian sopir bahwa kejadian tersebut tidak benar dan sama sekali mobil tidak menyentuh sepeda motor tersebut.

“Pukul 10.31 WIT,  sopir tiba di Polsek untuk mengamankan diri karena dikejar-kejar  oleh beberapa pemuda yang mengendarai  sepeda motor, selanjutnya anggota Polsek Kamu yang mengamankan sopir  Bripda Hendi (Anggota Dalmas) dan Briptu Feri (Anggota Brimob Den A) dianiaya oleh sekelompok pemuda,”ungkapnya Sabtu (21/1) sebagimana dilansir dari Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group).
 
Kata Kamal, selanjutnya anggota berhasil  mengamankan 3 orang  pemuda yang diduga melakukan penganiayaan antara lain , AP (29), DG (24) dan FT (19). Tidak  lama kemudian, sekitar pukul 10.35 WIT massa yang berjumlah 100-an  orang kembali mendatangi Polsek dan melakukan pelemparan batu ke arah anggota. Maksud kedatangan mereka untuk untuk mengeluarkan 3  orang yang telah ditahan yang diduga melakukan penganiayaaan kepada anggota.
 
“Jadi dengan adanya peningkatan eskalasi situasi, anggota melakukan tembakan peringatan ke udara selanjutnya massa membubarkan diri. Kelompok massa pemuda yang membubarkan diri dari Polsek kemudian melakukan pemalangan jembatan Kampung Mauwa.” katanya.
(jo/tri/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore