Barang bukti ratusan butir amunisi dari operasi serbuan markas KKB di Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (1/3). (Polri)
JawaPos.com - Tim Gabungan TNI-Polri berhasil menguasai markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (1/3). Dalam serbuan yang melibatkan tiga satuan tugas (satgas) itu terjadi kontak tembak yang menyebabkan seorang prajurit TNI terluka.
Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan bahwa prajurit tersebut terluka akibat terkena serpihan proyektil atau rekoset. Dia memstikan, prajurit tersebut sudah mendapatkan penanganan medis dan akan segera pulih.
”Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi. Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil,” kata dia dikutip dari keterangan resmi pada Selasa (3/3).
Operasi serbuan markas KKB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu dilakukan oleh Satgas Rajawali, Koops TNI Habema, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Operasi tersebut dilakukan setelah petugas mendeteksi aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua, Nabire.
Menurut Wakapolda Papua Tengah Kombes Gustav Robby Urbinas, operasi tersebut dilakukan atas dasar laporan polisi bernomor Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire. Menurut dia, KKB yang berkumpul di Kali Nabarua tengah merencanakan aksi gangguan keamanan.
Berdasar hasil penyelidikan dan pengumpulan informasi, kelompok itu sempat berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua. Di Nabarua, mereka menempati sebuah camp di area Kali Nabarua. Di lokasi itu, kelompok tersebut diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik, dan merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Nabire.
Karena itu, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Satgas Rajawali menyusun rencana operasi dan strategi penindakan. Mereka kemudian bergerak melalui beberapa titik penyekatan dan melakukan pengamatan intensif di sekitar Kali Nabarua.
”Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” jelasnya.
Setelah tindakan penegakan hukum dilakukan, aparat gabungan berhasil menguasai lokasi camp dan mengamankan situasi. Sementara itu, kelompok bersenjata yang berada di camp tersebut melarikan diri ke hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran.
Dari hasil operasi tersebut, TNI-Polri berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 561 butir amunisi berbagai kaliber, sepuluh magazen, 12 unit telepon genggam, lima unit alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera, dan perlengkapan lainnya.
”Kami menegaskan bahwa aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
