
Ilustrasi
Jawapos.com Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengusulkan agar koruptor mendapat hukuman 100 kali cambuk. Hal ini merujuk pada pemberlakuan hukum Islam di daerah tersebut.
Namun usulan ini ditolak oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri Arraniry, Said Fuady Fajar R. Karena menurutnya dalam menegakkan hukum Islam, harus memiliki landasan yang kuat.
''Harus ada kiasan atau dasar yang jelas dulu jika hal ini diusulkan. Harus ada pertimbangan dari para ulama, kiasnya kemana kalau dicambuk. Jangan bermain-main dengan hal ini dan menjadi kontroversi yang berlarut-larut," kata Said, Minggu (6/12).
Menurut dia, cambuk merupakan hukum ta'zir yang efeknya membuat malu pelaku. Pada persoalan korupsi saat ini, jika dikembalikan kepada nilai-nilai Islam, kata dia, maka akan sangat sulit menemui hal-hal yang menjadi syarat hukuman itu.
"Islam melindungi Hak Azasi Manusia (HAM). Kurang pas mengada-adakan suatu hal dalam agama kita bila tidak ada kiasnya," ujarnya.
Kata dia lagi, jika Aceh ingin menghukum koruptor sesuai ajaran Islam, maka lebih baik hukuman yang berlaku adalah potong tangan. Namun hal ini, juga harus dikaji relevansinya seperti apa, sehingga tak menimbulkan kontroversi.
"Kalau mau sesuai ajaran Islam, ya seratus persen Islam. Bisa saja potong tangan, kalau saksi dan buktinya kuat. Intinya semua harus punya kias dulu yang kuat, baru jalan," tuturnya.
Pendapat berbeda disampaikan Kepala Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA) Mahmuddin. Kata dia, usulan hukuman cambuk yang disampaikan Komisi VII DPR Aceh merupakan suatu hal menarik. Dengan hukuman itu, para koruptor merasakan efek jera atas perilaku kotor yang dilakukan.
"Hukuman cambuk menarik sekali. Itu merupakan satu langkah awal yang baik, yang mampu membuat para koruptor jera," katanya.(mag64/afz/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
