alexametrics

Sentuhan Tosca Segarkan Suasana Rumah Sandra Irawati

1 November 2020, 16:48:20 WIB

Cara termudah menciptakan kesan luas pada ruangan sempit adalah mengaplikasikan warna putih. Namun, bagaimana caranya agar dominasi putih itu tidak terkesan dingin dan monoton? Sandra Irawati, desainer interior asal Surabaya, punya jawabannya.

ADA banyak gaya interior yang bisa diterapkan untuk mewarnai interior dominasi putih. Salah satunya, Scandinavian style. Meski ada sejak 1950-an, gaya Scandinavian populer hingga saat ini. Ditambah dengan sentuhan modern yang membuatnya lebih menarik.

Sandra menyatakan, gaya Scandinavian merupakan penganut filosofi less is more. ’’Mengutamakan fungsionalitas dan menekankan keindahan dalam kesederhanaan,’’ kata owner Sunflower Furniture & Interior Design tersebut.

Dia memilih konsep tersebut karena rumah yang berlokasi di The Grand Kenjeran itu tidak terlalu luas. Yaitu, dibangun di atas lahan seluas 108 meter persegi.

Warna putih dan minimalisasi ruang berhasil menjadikan rumah dua lantai itu lebih terang serta memberi efek lebih lapang dan cerah. Warna-warna netral yang kalem kerap menjadi penyelaras dominasi putih. Misalnya, abu-abu dan krem.

Sandra lebih banyak mengaplikasikan dua warna tersebut lewat perabotan. Contohnya, kursi makan yang berpadu manis dengan meja marmer. Juga, sofa dan karpet di ruang keluarga dan kamar utama. Warna-warna itu sekaligus menjadi pemecah kekakuan ruangan dan membuatnya lebih hangat.

TIDAK MONOTON: Percikan pink dan kebiruan pada master bedroom yang didominasi putih dan krem. Penempatan taman kering di dekat ruang tengah bikin suasana kian segar. (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)

Ciri lain dari gaya Scandinavian adalah banyaknya pemakaian material kayu. Hal tersebut masih berkaitan erat dengan warna netral yang ingin dipertahankan dan unsur natural yang dibawa. Namun, Sandra menggabungkannya dengan material modern. Contohnya, wall panel berupa cermin serta kombinasi unsur besi.

Sandra juga memasukkan warna-warna pastel agar ruangan tidak terasa membosankan. Misalnya, biru tosca yang diterapkan pada elemen kecil di ruangan. Salah satunya, vas bunga. ’’Rasanya jadi pas karena biru tosca tidak terlalu mendominasi, tapi tetap menghidupkan suasana,’’ terang Sandra.

Baca juga:

Di samping itu, gaya Scandinavian kerap ditandai dengan kain yang diletakkan sebagai elemen pemanis ruangan. Sebab, wilayah Skandinavia memiliki cuaca yang sangat dingin. Kain-kain digeletakkan begitu saja sebagai penghangat. Sandra pun mengaplikasikannya dengan menempatkan kain bulu pada sofa ruang keluarga. Atau, tekstur kain yang diterapkan dengan cara berbeda lewat dua buah mini stool bertekstur knit besar.


 

ELEMEN PENCURI PERHATIAN

WALLPAPER CUSTOM

NUANSA TROPIS: Dinding customized dengan motif burung kakaktua dan flora pada area makan. (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)

Salah satu poin yang mencuri perhatian di ruang tengah adalah wallpaper bernuansa tropis dengan gambar burung kakaktua. Kata Sandra, wallpaper itu dibuat secara custom. Warna tosca-nya turut menyegarkan suasana.

LAMPU KUNCUP BUNGA

Satu lagi elemen pencuri perhatian dari ruang makan. Yakni, lampu gantung berwarna putih. Sekilas, bentuknya seperti origami. Namun, menurut Sandra, lampu itu terinspirasi dari kuncup bunga.

TAMAN KERING

Penempatan taman kering di dekat ruang tengah bikin suasana kian segar. (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)

Tepat di samping ruang tengah terdapat taman kecil. Mengingat cuaca Surabaya yang cukup panas, dibuatlah taman kering yang lowmaintenance. Tidak ada tanah yang menutupi lantai, digantikan batu kerikil. Tanaman cukup digantung secara vertikal.

INTERIOR SCANDINAVIAN

  • Luas tanah: 108 meter persegi
  • Luas bangunan: 214 meter persegi
  • Desainer interior: Sandra Irawati
  • Lokasi: Surabaya Timur

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c14/nor



Close Ads