Ilustrasi Logo WhatsApp. (Freepik)
JawaPos.com - WhatsApp memperkenalkan kontrol orang tua baru untuk akun remaja yang memungkinkan orang tua mengetahui sejumlah aktivitas anak, termasuk ketika bergabung atau keluar dari grup.
Meski begitu, orang tua tetap tidak bisa membaca pesan pribadi atau mendengarkan panggilan anak karena komunikasi tersebut tetap dilindungi enkripsi end-to-end.
Fitur ini menjadi bagian dari seperangkat kontrol opsional yang dirancang untuk membantu orang tua mendampingi anak remaja menggunakan WhatsApp.
Pengaturannya mencakup privasi akun, aktivitas grup, Status, Channels, hingga pengalaman menggunakan Meta AI.
Pendekatan tersebut membuat kontrol orang tua di WhatsApp tidak berfungsi sebagai akses untuk membuka percakapan pribadi anak. Sebaliknya, orang tua diberikan sejumlah informasi dan pengaturan yang dapat digunakan untuk menetapkan batasan penggunaan aplikasi.
Orang Tua Bisa Tahu Saat Anak Masuk atau Keluar Grup
Salah satu kontrol yang ditambahkan WhatsApp memungkinkan orang tua menerima notifikasi ketika anak remaja bergabung atau keluar dari sebuah grup.
Orang tua juga dapat menerima pemberitahuan ketika jumlah anggota dalam grup yang diikuti anak bertambah secara signifikan. Informasi tersebut dapat membantu orang tua mengetahui perubahan dalam lingkungan percakapan grup yang diikuti anak tanpa harus melihat isi obrolannya.
Kontrol ini bersifat pilihan. Orang tua dapat menentukan apakah ingin menggunakannya sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Privasi Anak Bisa Diatur dari Sisi Orang Tua
WhatsApp juga memberikan kemampuan bagi orang tua untuk membantu menentukan pengaturan privasi tertentu pada akun remaja.
Misalnya, orang tua dapat memilih siapa yang dapat melihat foto profil anak atau siapa yang diperbolehkan menambahkan anak ke grup.
Jika remaja kemudian ingin mengubah pengaturan tersebut, mereka perlu mendapatkan persetujuan orang tua melalui PIN yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, pengaturan privasi dapat menjadi bagian dari kesepakatan penggunaan WhatsApp antara orang tua dan anak, bukan sekadar pembatasan sepihak.
Status dan Channels Ikut Mendapat Pengaturan
Kontrol orang tua juga mencakup fitur Status dan Channels. Orang tua dapat menentukan bagaimana anak remaja menggunakan Channels, termasuk pengaturan terkait pembaruan Status yang dapat mereka lihat. Mereka juga dapat mengatur siapa yang dapat melihat pembaruan Status yang dibuat oleh anak.
Pilihan tersebut memberikan ruang bagi keluarga untuk menentukan batasan penggunaan fitur WhatsApp berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Meta AI Bisa Dibatasi
Pengaturan baru tersebut juga mencakup pengalaman remaja ketika menggunakan Meta AI.
Orang tua dapat memilih antara pengaturan bawaan untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas dan opsi 'Konten Terbatas' dengan pembatasan yang lebih ketat.
Pilihan ini memberikan kontrol tambahan bagi keluarga yang ingin menetapkan batas penggunaan fitur AI ketika anak mulai berinteraksi dengan layanan tersebut.
Isi Chat Anak Tetap Tidak Bisa Dilihat
Meski sejumlah aktivitas dapat diketahui, WhatsApp menegaskan bahwa kontrol orang tua ini tidak membuka akses terhadap pesan pribadi anak.
"Meskipun kontrol diaktifkan, pesan dan telepon pribadi anak remaja Anda tetap privat dan dilindungi enkripsi end-to-end. Tidak seorang pun di luar obrolan, bahkan WhatsApp, bisa melihat atau mendengarkannya," catat perwakilan WhatsApp di Indonesia melalui keterangannya.
Dengan enkripsi end-to-end, pesan dan panggilan pribadi tetap hanya dapat diakses oleh pihak yang berada dalam percakapan tersebut.
Karena itu, kontrol orang tua yang diperkenalkan WhatsApp lebih ditujukan untuk membantu keluarga menetapkan aturan dan mengetahui aktivitas tertentu, bukan untuk membaca percakapan anak secara diam-diam.
Bisa Disesuaikan atau Dimatikan
WhatsApp menyebut seluruh kontrol tersebut bersifat opsional. Orang tua dapat menentukan seberapa banyak dukungan yang diperlukan anak, kemudian menyesuaikan pengaturan atau menonaktifkannya kapan saja.
"Seluruh kontrol ini dirancang untuk mendukung percakapan terbuka antara orang tua dan remaja mengenai penggunaan WhatsApp, bukan untuk memantau percakapan mereka."
WhatsApp juga menyebut pengembangan kontrol tersebut akan dilakukan secara bertahap berdasarkan masukan dari keluarga.
Bagi orang tua, perubahan ini berarti pendampingan penggunaan WhatsApp dapat dilakukan melalui sejumlah pengaturan dan notifikasi, tanpa harus mengorbankan privasi komunikasi pribadi anak.
Di sisi lain, remaja tetap memiliki ruang untuk berkomunikasi secara privat melalui pesan dan panggilan yang dilindungi enkripsi end-to-end. (*)