
SnackVideo dorong pemanfaatan konten video pendek untuk edukasi.
JawaPos.com - Platform media sosial (medsos) berbasis video pendek, SnackVideo terus mendorong terciptanya kolaborasi dengan individu, komunitas, perusahaan, dan institusi. Hal ini agar masyarakat dapat memanfaatkan video pendek secara kreatif untuk mendukung perkembangan dan kemajuan di berbagai bidang.
Termasuk, yang diupayakan oleh SnackVideo adalah mendorong konten video pendek untuk bisa dimanfaatkan fungsinya untuk sarana edukasi melalui kerja sama oleh institusi pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan SnackVideo mengadakan kolaborasi dengan SMA 1 PSKD Jakarta dalam bentuk seminar dan workshop tentang digitalisasi pendidikan dan perkembangan video pendek di Indonesia.
Seminar dan workshop tersebut diikuti oleh para siswa, guru, maupun pihak manajemen sekolah langsung di markas SnackVideo di Jakarta. SMA 1 PSKD Jakarta disebut merupakan salah satu sekolah yang telah menerapkan digitalisasi pendidikan dalam proses belajar mengajar.
Sekolah ini telah menjalankan beberapa program digital diantaranya adalah program Online Media dan Broadcasting (OMB) yang diterapkan sejak tahun 2018. Adapun tujuan dari program ini untuk membantu para siswa mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka di bidang konten dan media online.
Pada penerapan program tersebut, SMA 1 PSKD membiasakan para siswa nya untuk membuat laporan tugas dalam bentuk video pendek dan live streaming dengan memanfaatkan platform SnackVideo. Selain program Online Media dan Broadcasting, SMA 1 PSKD Jakarta juga dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan yang telah mengadopsi esport ke dalam program sekolah sejak tahun 2016, dimana program pembinaan esport di sekolah ini menjadi yang paling pertama di Indonesia.
“Kolaborasi dengan institusi pendidikan diharapkan akan memperkaya konten video pendek yang informatif dan edukatif di SnackVideo. Misalnya video pendek berisi materi pelajaran yang dibuat secara kreatif, tidak hanya membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan bagi para siswa, tetapi juga menarik bagi masyarakat umum karena dapat menambah pengetahuan," jelas Dina Bhirawa, Head of Marketing SnackVideo Indonesia kepada JawaPos.com.
Sedangkan, lanjut Dina, inisiatif menarik yang mengajak para siswa untuk meng-upload laporan tugas dalam bentuk video pendek di SnackVideo dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya tentang digitalisasi pendidikan.
Dalam seminar dan workshop ini, Dina sebagai perwakilan dari SnackVideo menambahkan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan sudah tak terhindarkan. Pihak sekolah harus jeli melihat dan memilih bentuk digitalisasi pendidikan yang paling sesuai untuk para siswa di sekolahnya.
Menggunakan video pendek untuk penyampaian materi pelajaran, seperti yang telah dilakukan oleh SMA 1 PSKD Jakarta, merupakan langkah yang tepat, apalagi saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang menonton video pendek lewat berbagai platform.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Ipsos dan SnackVideo, yang hasil laporannya bisa dilihat dalam “Indonesia Short Video White Paper 2023”, video pendek telah menjadi platform baru bagi masyarakat untuk mencari informasi dan mengonsumsi konten dengan tingkat penetrasi sebesar 70 persen.
Tak hanya jumlah penontonnya yang bertambah, durasi menonton video pendek juga ikut bertambah, rata-rata mencapai 2,1 jam per hari. Sebanyak 56 persen responden menonton video pendek untuk mengisi waktu luang, 54 persen untuk hiburan dan relaksasi, sedangkan 41 persen untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Ini menandakan bahwa konten yang bersifat informatif dan edukatif sangat diminati oleh masyarakat.
Baca Juga: SnackVideo Klaim Duduk di Posisi 2 Platform Video Pendek di Indonesia
Pihaknya juga mendorong para siswa untuk tak hanya berprestasi di bidang akademik, tapi juga non-akademik. Di sisi lain, pembuatan tugas menggunakan platform video pendek juga mengasah kreativitas para siswa sehingga kami berharap dengan adanya program Online Media dan Broadcasting ini akan membantu para siswa dalam mempersiapkan talenta digital.
"Kami juga percaya bahwa dunia saat ini sedang berada dalam suatu attention economy dan bahwa salah satu penggerak utama dalam ekonomi tersebut adalah konten dan platform digital seperti SnackVideo”, ujar Yohannes Siagian, Kepala Sekolah SMA 1 PSKD Jakarta.
Di seminar dan workshop ini, SnackVideo juga menghadirkan salah seorang content creator-nya, Aprina Tirza (Apiww), untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada pada siswa SMA 1 PSKD Jakarta tentang pembuatan video pendek yang kreatif, sehingga dapat menghasilkan karya yang diminati dan berpeluang untuk mendapatkan penghasilan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
