Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Juni 2018 | 01.45 WIB

Pantauan Koalisi Pejalan Kaki Buat Pohon Plastik Jadi Viral di Medsos

Pohon plastik jadi meme mengelitik di medsos. - Image

Pohon plastik jadi meme mengelitik di medsos.

JawaPos.com - Awal mula viralnya pohon imitasi di kawasan Jalan Merdeka Barat hingga Thamrin, Jakarta Barat ternyata karena pantauan dari Koalisi Pejalan Kaki dua hari yang lalu. Sehingga, berita itu heboh di kalangan masyarakat. Alhasil, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung mencabut pohon yang dijadikan meme di media sosial itu.


Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengaku ini bermula saat pihaknya tengah mengadakan tamasya kegiatan bertagar #tamasyatrotoarkita. Namun, ketika berkeliling ternyata banyak pelanggaran trotoar yang didapatinya.


"Kami keliling dari jalan MH Thamrin sampai Merdeka Barat ada banyak yang kami temukan di sana misal parkir di atas trotoar, masih ada mobil PNS yang parkir di atas trotoar bahkan dipakai lintasan sepeda motor," ujar Alfred saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (1/6).


"Yang cukup menggelitik yang kami lihat disana adalah adanya penempatan pohon-pohon imitasi di beberapa titik di sekitar kawasan tersebut. Tapi ada spot-spot yang memang menggangu sekali jalur pejalan kaki di atas trotoar, jadi tidak semua sebenarnya," terangnya melanjutkan.


Dari peristiwa yang tidak disangka menjadi viral, Alfred sebenarnya hanya ingin menekankan untuk penempatan pohon jangan sampai  menghambat ruang pejalan kaki dan para disabilitas.


"Sebelumnya, saya juga lihat ada (pohon plastik) saya temukan tapi tidak ditempatkan di badan trotoar. Di jalan Thamrin saya temukan yang ada lampunya tapi tidak ditempatkan di tengah-tengah trotoar yang menghalangi," tutur Alfred.


"Nah, yang sekarang menghalangi, jadinya pokok permasalahannya melebar ke anggaran kan dan itu bukan urusan kami ya. Urusan ada yang bermain itu urusan Kepolisian lah ya," katanya.


Alfred mengusulkan jika Pemprov ingin memperindah kota, maka pohon asli di Jakarta bisa dihiasi lampu hias sehingga tidak memakai pohon plastik sebagai solusi. "Jadi kan bisa memperindah tanpa menghilangkan fungsi dari pohonnya itu sendiri," imbuhnya.


Bahkan, sebenarnya pohon imitasi dapat diberdayakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang telah dibangun Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, pemandangannya dapat dinikmati oleh anak dan keluarganya.


"Kalau di jalan gini siapa yang menikmati, ini saran kami saja. Ke depan dimohon untuk Pak Gubernur, jika menginstruksikan para jajarannya untuk berhati-hati dalam membuat sebuah ide inisiatif, bagus sih tapi penempatan-penempatannya harus sesuai dengan tempatnya," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore