
Cindy Yuvia (tengah) saat menyampaikan ketakutannya ketika menjadi center Tim J bersama Zara (kiri) dan Gracia (kanan) di Teater JKT48, Minggu (27/5).
JawaPos.com – Grup idola JKT48 melakukan Reboost untuk memberikan warna baru agar tidak membosankan. Selain menggairahkan tim dengan mendistribusikan ulang beberapa member, juga ditetapkannya tiga center untuk show tiap tim. Tim J ada Cindy Yuvia, Shania Gracia ada di tengah Tim KIII, dan Adhity Zara untuk Tim T.
Posisi center di JKT48 bisa dikatakan prestise. Sebab, member tersebut akan berada di tengah dan depan dalam setiap pertunjukan. Seperti diketahui, setiap penampilan JKT48 umumnya dibawakan oleh 16 member. Perhatian penonton akan lebih tertuju pada center. Membawa tanggung jawab tersendiri bagi yang dititipi posisi itu.
Saat General Manager (GM) JKT48 Melody Nurramdhani Laksani mengumumkan para center, Minggu (27/5), Cindy Yuvia tampak paling emosional. Tangis member yang akrab disapa Yupi itu pecah saat Melody menyebut namanya untuk menjadi center Tim J.
Itu berarti, Yupi yang selama ini menjadi center Tim KIII harus berganti tim. Teman-temannya mencoba memberi semangat dan menenangkan dengan memberi pelukan. Namun, hingga acara selesai, Yupi masih berhasil mengontrol emosinya. Ternyata, dia merasa takut.
’’Jujur, aku takut banget. Tim J itu yang paling jadi sorotan di mataku. Ini tantangan banget, hal besar banget yang bikin aku takut,’’ ujarnya sambil terisak.
Yupi tahu, keputusan manajemen itu bakal memicu orang-orang untuk berkomentar soal itu. Pro dan kontra. Namun, keputusan itu akan dijalani dengan maksimal. Apalagi, dia sudah punya pengalaman karena telah menjadi center di Tim KIII. Termasuk, keunggulan bahwa dia dikenal sebagai member yang powerful saat tampil.
Secara kemampuan, Yupi memang dibutuhkan Tim J yang segera kehilangan Devi Kinal Putri. Kinal yang kemampuan menarinya kuat, harus diisi oleh member dengan skill sama. Ketika manajemen memberikan posisi center ke Yupi, berarti dia dianggap mampu untuk mengemban tanggung jawab itu.
’’Di Tim KIII aku dikenal powerful, seperti nggak kenal capek. Kalau yang lain capek, aku tetap semangat. Itu akan aku untuk bikin tim J lebih bersinar,’’ terangnya.
Selain soal itu, yang membuat Yupi takut terkait dengan berinteraksi sesame member. Yupi yang merupakan generasi kedua JKT48, sejak awal berada di Tim KIII. Bareng dengan beberapa member generasi kedua lainnya. ’’Kaget. Dari awal aku ada di Tim KIII, teman-teman aku kebanyakan ada di Tim KIII dan dekat dengan mereka. Aku agak takut. Apalagi, di Tim J itu dewasa-dewasa,’’ ujar Yupi tetap sambil terisak.
Pindahnya Yupi ke Tim J, membuat posisi center Tim KIII menjadi lowong. Sebagai gantinya, dipilih Shania Gracia sebagai center. Ini adalah kali pertama Gracia dipercaya menjadi center tim. Hal baru yang membuatnya gelisah karena merasa masih banyak kekurangan.
’’Aku belum pernah jadi center tim. Apalagi Tim KIII dikenal dengan latar belakang yang performer banget. Semua bisa. Menati bisa, menyanyi juga bisa. Mungkin, aku salah satu member yang mungkin paling tidak bisa itu semua,’’ terangnya.
Namun, keputusan adalah keputusan. Gracia tidak mungkin mundur dari tanggung jawab itu. Oleh sebab itu, dia ingin untuk segera belajar soal posisi center. Termasuk, dari Yupi yang selama ini menjadi center Tim KIII. ’’Semoga aku membawa warna baru bagi Tim KIII,’’ ucapnya.
Sementara di Tim T. Posisi center masih dipercayakan pada Adhisty Zara. Member asal Bandung itu mengaku bersyukur tetap dipercaya menjadi center. ’’Sebelumnya, di Tim T ada meeting untuk nentuin center. Semua berusaha banget. Aku bersyukur center tetap Zara,’’ katanya.
Tetapi, tetap diakuinya legitimasi itu berdampak pada tanggung jawab yang makin berat. Meski demikian, dia optimistis jika komposisi Tim T yang baru dan dipimpin Kapten Ayana Shahab bisa membawa sesuatu yang fresh dan keren. ’’Dengan aku jadi center dan kapten baru (Ayana Shahab) bisa bikin Tim T lebih baik lagi dan mengalahkan kakak-kakak (tim lainnya, red),’’ tuturnya percaya diri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
