Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Mei 2018 | 02.43 WIB

BPBA Aceh Dorong Gua Ek Lentie Jadi Situs Sejarah Tsunami

Tim BPBA dan sejumlah instasi terkait meninjau Gua Ek Lentie, Meunasah Lhok, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. - Image

Tim BPBA dan sejumlah instasi terkait meninjau Gua Ek Lentie, Meunasah Lhok, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melakukan pertemuan dan koordinasi terkait pelestarian Gua Ek Lentie, Meunasah Lhok, Kabupaten Aceh Besar, di Banda Aceh, Senin (28/5). Penemuan endapan tsunami di lokasi itu, menjadi temuan penting untuk memperkaya kajian tsunami.


Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek mengatakan, penemuan ini penting untuk memperkaya kajian tentang tsunami. Apalagi, Aceh menjadi tempat paling bagus untuk pembelajaran tsunami dan menjadi laboratorium untuk memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di masyarakat.


"Sehingga penemuan ini perlu didorong dalam pelestariannya. BPBA akan menganggarkan dana untuk mendorong ini di RKA 2019,” kata Dadek, Senin (28/5).


Dadek menambahkan, BPBA juga telah menginisiasi agar gua purba tsunami ini bisa menjadi situs sejarah tsunami. Untuk itu, pihaknya telah menyurati Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar dan memberikan telaah kepada Gubernur Aceh. Dalam surat itu, mereka meminta kepada Gubernur Aceh menginstruksikan kepada Pemda Aceh Besar, untuk segera menyelesaikan kepemilikan lahan di sekitar gua yang dimaksud.


“Kami memberikan telaah kepada Setda Aceh Besar agar mengeluarkan SK penetapan kawasan dan melalukan pembebasan tanah,” ujarnya.


Ia berharap, agar nantinya gua tsunami purba bisa dijadikan tempat pendidikan dan juga menjadi lokasi kunjungan wisata tsunami di Aceh. “Akan kita wujudkan Geopark untuk pelestarian gua ini. Namun yang paling penting lagi yaitu, membangkitkan kesiapsiagaan di masyarakat untuk mengurangi korban jiwa," imbuhnya.


Sementara itu, peneliti dari Tsunami dan Disarter Mitigation Research Centre (TDMRC), Nazli Ismail menambahkan, pihaknya telah melalukan penggalian untuk melihat sejarah tsunami mulai dari 7.400 tahun lalu hingga kejadian pada 2004 silam.


Berdasarkan itu, didapati endapan-endapan tanah yang berasal dari gelombang tsunami dan kotoran kelelawar yang hidup di gua. Ia menyarankan, Gua Ek Lentie di Meunasah Lhok, agar dijadikan tempat wisata dan dibagun Tugu Patahan Sumatera sebagai situs sejarah.


“Tidak ada salahnya jika di sini juga dibangun tugu patahan sumatera di patahan Lamtamot," terang Nazli.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore