Ilustrasi imlek (Dewi Ambarwati/freepik)
JawaPos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu hadir sebagai penanda dimulainya siklus baru dalam penanggalan Tionghoa. Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukan sekadar pergantian tahun, melainkan momentum penting untuk menyambut energi awal tahun yang dipercaya membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan.
Imlek tahun 2026 sendiri akan dirayakan pada Selasa, 17 Februari. Menjelang hari besar tersebut, suasana khas Imlek mulai terasa di berbagai sudut kota.
Lampion merah menghiasi pusat perbelanjaan, aroma kue keranjang mulai tercium, dan keluarga bersiap melakukan berbagai tradisi turun-temurun yang sarat makna filosofis.
Dalam kepercayaan Tionghoa, setiap ritual dan simbol yang dilakukan menjelang Imlek memiliki tujuan khusus: membuang energi lama yang kurang baik dan membuka pintu bagi keberuntungan baru.
Tak heran jika Imlek kerap disebut sebagai momen 'reset energi' untuk menyambut harapan, rezeki, dan kebahagiaan di tahun yang baru. Berikut tujuh hal yang dipercaya muncul atau dihadirkan sebagai bagian dari energi awal tahun saat menyambut Imlek.
1. Datangnya Keberuntungan Baru (Hoki)
Membersihkan rumah sebelum Imlek menjadi tradisi yang hampir selalu dilakukan. Aktivitas ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan simbol melepaskan energi negatif yang menumpuk sepanjang tahun sebelumnya.
Debu, barang rusak, dan tumpukan yang tak terpakai diyakini menghambat aliran energi positif. Dengan rumah yang bersih dan rapi, keberuntungan baru dipercaya lebih mudah masuk. Namun, tradisi ini juga memiliki batasan.
Pada hari Imlek, sebagian orang menghindari menyapu atau membuang sampah karena dianggap dapat 'membuang hoki' yang baru saja datang.
2. Energi Kemakmuran dan Kelimpahan Rezeki
Warna merah dan emas mendominasi perayaan Imlek bukan tanpa alasan. Merah melambangkan keberanian, kebahagiaan, dan perlindungan, sementara emas identik dengan kekayaan dan kemakmuran.
Kombinasi keduanya dipercaya mampu menarik energi rezeki sepanjang tahun.
Hidangan khas Imlek juga sarat makna kemakmuran. Ikan melambangkan kelimpahan karena pengucapannya mirip dengan kata 'surplus'.
Dumpling atau jiaozi berbentuk menyerupai emas batangan, sehingga sering dimaknai sebagai simbol kekayaan dan keberhasilan finansial.
3. Munculnya Semangat Baru dan Rasa Bahagia

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
