Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 19.58 WIB

Orang yang Tak Henti-Hentinya Membicarakan 8 Topik Ini Sering Tidak Menyadari Bahwa Mereka Sedang Menguras Energi Emosional Menurut Psikologi

seseorang yang menguras energi dengan topik percakapan. (Freepik/pressfoto) - Image

seseorang yang menguras energi dengan topik percakapan. (Freepik/pressfoto)

 

JawaPos.com - Dalam interaksi sehari-hari, percakapan adalah cara utama kita membangun koneksi. Namun, tidak semua topik percakapan memberikan dampak positif.

Tanpa disadari, beberapa orang justru terus-menerus membicarakan hal-hal tertentu yang secara perlahan menguras energi emosional, baik bagi diri sendiri maupun orang di sekitarnya.

Dari sudut pandang psikologi, pola komunikasi seperti ini sering kali berakar pada kebutuhan emosional yang belum terpenuhi, kecemasan, atau kebiasaan yang tidak disadari.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan topik yang, jika dibicarakan tanpa henti, bisa menjadi “penguras energi” dalam hubungan sosial.

1. Keluhan Tanpa Solusi

Mengeluh adalah hal manusiawi. Namun, ketika seseorang terus-menerus mengeluh tanpa niat mencari solusi, percakapan menjadi stagnan. Otak kita cenderung menyerap emosi negatif dari lingkungan, sehingga terlalu sering terpapar keluhan bisa menurunkan suasana hati secara keseluruhan.

Lebih jauh lagi, kebiasaan ini memperkuat pola pikir negatif dalam diri sendiri, membuat seseorang semakin sulit melihat sisi positif dari situasi.

2. Gosip Tentang Orang Lain

Membicarakan orang lain mungkin terasa menyenangkan sesaat, tetapi dalam jangka panjang, ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Psikologi sosial menunjukkan bahwa gosip berlebihan dapat menurunkan kepercayaan dalam hubungan.

Orang yang sering bergosip juga cenderung dipersepsikan kurang dapat dipercaya, yang pada akhirnya merusak kualitas relasi mereka sendiri.

3. Masa Lalu yang Tidak Pernah Selesai

Terjebak dalam cerita lama—baik itu kegagalan, penyesalan, atau konflik—bisa menghambat pertumbuhan emosional. Mengulang-ulang masa lalu tanpa refleksi yang konstruktif membuat seseorang sulit move on.

Secara psikologis, ini berkaitan dengan “rumination” atau perenungan berlebihan, yang sering dikaitkan dengan stres dan depresi.

4. Kritik dan Penilaian Berlebihan

Memberi kritik memang penting, tetapi jika dilakukan terus-menerus, terutama tanpa empati, hal ini dapat melelahkan secara emosional. Orang yang sering menghakimi cenderung memproyeksikan standar internal mereka kepada orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore