
Ilustrasi weton doa tercepat tembus langit (Wirestock/Freepik)
JawaPos.com - Dalam primbon Jawa, doa tidak dipahami sekadar rangkaian kata yang diucapkan melalui lisan. Doa adalah getaran batin yang lahir dari keselarasan antara niat, rasa, dan jalan hidup seseorang.
Ketika batin selaras, doa bekerja bukan sebagai permintaan kosong, melainkan sebagai energi yang bergerak seiring kehidupan itu sendiri. Karena itulah, ada orang yang berdoa panjang namun terasa berat, dan ada pula yang berdoa singkat tetapi langit seakan cepat merespons.
Kecepatan doa tidak ditentukan oleh seberapa sering seseorang meminta, melainkan seberapa jujur ia berdiri di hadapan Yang Maha Kuasa. Hati yang tidak berlapis-lapis justru menjadi jalur doa yang paling bersih.
Menurut primbon Jawa, tahun 2026 menjadi titik selaras antara batin manusia dan alam yang dilansir dari kanal YouTube Filosofi Jawa.
