12 hewan beserta tahun kelahiran dalam shio Tiongkok (Dok. Encyclopedia Britannica)
JawaPos.com - Dalam tradisi Tionghoa, zodiak atau shio bukan sekadar simbol tahun kelahiran. Lebih dari itu, shio diyakini memengaruhi kepribadian, keberuntungan, hingga kecocokan asmara seseorang.
Menurut China Highlights, shio, atau dalam bahasa Mandarin disebut shengxiao (lahir menyerupai), terdiri atas 12 hewan yang hadir dalam siklus 12 tahun sekali. Urutannya dimulai dari Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, hingga Babi.
Tahun shio Tionghoa mengikuti penanggalan Imlek yang biasanya jatuh pada Januari atau Februari. Setiap tahun, satu shio mewakili periode tertentu dengan karakteristik dan filosofi yang khas. Misalnya, tahun 2025 akan menjadi Tahun Ular, yang dimulai pada 29 Januari 2025 hingga 16 Februari 2026.
Jejak Sejarah Shio
Sejarah shio Tionghoa diyakini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Dilansir dari Travel China Guide, catatan kuno dalam gulungan bambu membuktikan keberadaan sistem zodiak ini sebelum Dinasti Qin (221-207 SM). Siklus lengkap 12 hewan bahkan sudah ditetapkan pada masa Dinasti Han Timur (25-220 M).
Meski begitu, asal usul pasti dari teori kuno ini masih diperdebatkan. Ada yang berpendapat bahwa 12 shio berasal dari penyederhanaan 28 hewan yang mewakili rasi bintang dalam astronomi Tiongkok kuno. Pendapat lain mengaitkannya dengan periode revolusi planet Jupiter yang berlangsung sekitar 12 tahun. Namun, teori paling populer adalah asal-usul shio terkait dengan tradisi pemujaan hewan atau totem.
Selain itu, ada pula legenda menarik tentang asal mula shio. Menurut kisah populer, Kaisar Langit atau Jade Emperor ingin memilih 12 hewan untuk menjadi penjaga istananya. Ia menilai Kerbau sebagai hewan paling jujur dan rajin sehingga pantas menempati urutan pertama. Namun, Tikus yang cerdik diam-diam menumpang di punggung Kerbau dan melompat lebih dulu di garis akhir. Akibat kelicikannya, Tikus pun menempati posisi pertama.
Macan kemudian ditetapkan sebagai Raja Hutan, sedangkan Naga diberi gelar Penguasa Laut. Kelinci yang berhasil menyalip Naga menempati urutan keempat. Setelahnya berturut-turut hadir Ular, Kuda, Kambing, Monyet, dan Ayam. Anjing yang kala itu menggigit Kelinci dihukum menduduki posisi ke-11. Terakhir, Babi yang datang terlambat akhirnya menempati urutan ke-12.
Karakter 12 Hewan Shio
Setiap hewan dalam shio memiliki filosofi dan sifat yang unik. Dikutip dari National Museums Liverpool, Tikus dikenal sebagai sosok ambisius dan jujur, meski sering boros sehingga sulit mempertahankan hubungan jangka panjang. Berbeda dengan Kerbau yang sabar, cerdas, dan mampu memberi inspirasi. Meski senang menyendiri, Kerbau bisa menjadi sahabat yang luar biasa.
Macan kerap digambarkan agresif sekaligus penuh keberanian. Simbol kekuasaan ini sering dikaitkan dengan raja atau kaisar. Sementara itu, Kelinci dipandang sebagai tanda paling beruntung. Mereka cerdas, penuh kasih sayang, tetapi pemalu.
Naga, sebagai hewan paling terkenal, melambangkan kekuatan dan kepemimpinan. Mereka mandiri, penuh energi, dan sehat, meski kadang eksentrik. Ular sendiri dianggap bijaksana, penuh intensitas, bahkan identik dengan kecantikan fisik. Namun, mereka juga bisa pemarah dan dianggap licik dalam beberapa budaya Tionghoa.
Sementara itu, Kuda dikenal populer, menarik, dan penuh semangat. Mereka hangat, ramah, tetapi tidak suka kesepian. Kambing, di sisi lain, tampil anggun, kreatif, dan penuh belas kasih. Mereka cenderung menghindari konflik dan mencari perlindungan dari orang terdekat.
Monyet digambarkan sebagai sosok cerdas, jenaka, dan energik. Mereka cepat belajar, tetapi mudah terdistraksi dan gampang putus asa. Berbeda dengan Ayam yang dikenal pekerja keras, ambisius, serta haus ilmu. Mereka suka tampil menonjol dan bahkan kerap dianggap eksentrik.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
