Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juli 2025 | 01.29 WIB

Orang yang Selalu Mencurigai Hal Buruk Akan Terjadi Biasanya Menyimpan 9 Luka Masa Kecil Ini

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Dulu, perilaku seperti ini sering disebut “bersikap realistis.” Menjaga ekspektasi tetap rendah, berjaga-jaga seandainya yang terbaik tidak bertahan lama. Rasanya seperti dewasa dan bertanggung jawab.

Tapi di balik itu semua, ada sesuatu yang lebih dalam. Yang menggerakkan bukanlah ketenangan atau kejelasan melainkan ketakutan.

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kecemasan yang terasa sangat nyata saat ini, sebenarnya berasal dari luka lama yang belum pernah sepenuhnya disembuhkan. 

Dan ketika hal-hal dalam hidup berjalan baik namun kamu justru merasa gelisah dan waspada—itu bisa jadi pertanda ada pola lama yang belum selesai.

Berikut sembilan luka masa kecil tersembunyi yang sering kali menjadi akar dari kebiasaan “selalu menunggu bencana” seperti dilansir dari VegOut.

1. Ketidakpastian Emosional di Rumah

Jika cinta dan kehangatan di rumah datang dan pergi tergantung suasana hati orang tua, kamu mungkin tumbuh dalam kecemasan. Hari ini disayang, besok diabaikan. Kedamaian terasa rapuh dan bergantung pada faktor eksternal.

Tanpa disadari, tubuhmu belajar untuk terus berjaga. Bahkan saat dewasa, ketika segalanya terasa aman, kamu sulit percaya dan cenderung bersiap menghadapi akhir yang buruk karena dulu, ketenangan sering kali hanya jeda sebelum badai.

2. Dihukum Karena Menunjukkan Perasaan

Beberapa anak diajarkan untuk “jangan berlebihan.” Jangan menangis. Jangan marah. Jangan terlihat terlalu bahagia. Akhirnya, mereka belajar bahwa menjadi jujur secara emosional hanya mengundang masalah.

Hasilnya? Saat dewasa, kamu jadi waspada terhadap rasa senang. Bukannya merayakan, kamu malah siaga. Karena dalam benakmu, rasa bahagia yang terlalu tinggi pasti akan segera diikuti kejatuhan.

3. Tanggung Jawab yang Berlebihan Sejak Kecil

Jika kamu dulu menjadi penengah, penenang, atau “anak baik” yang mengurus semuanya saat orang dewasa kehilangan arah, maka sistem sarafmu tidak pernah benar-benar istirahat.

Kamu mungkin mengasosiasikan kedamaian dengan ancaman. Karena dulu, ketenangan hanya hadir sebentar sebelum kekacauan datang. 

Maka sekarang, setiap kali hidup terasa baik-baik saja, kamu malah tegang. Bersiap. Karena “badai” pasti datang—kan begitu polanya dulu?

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore