Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Mei 2026 | 05.32 WIB

Orang yang Bisa Duduk dalam Keheningan Total Tanpa Meraih Ponsel Mereka Biasanya Memiliki 8 Kualitas Ini Menurut Psikologi

seseorang yang duduk dalam keheningan total / foto: Magnific/freepik - Image

seseorang yang duduk dalam keheningan total / foto: Magnific/freepik

JawaPos.com - Di era notifikasi tanpa henti, kemampuan untuk duduk diam tanpa menyentuh ponsel terasa seperti keterampilan langka. Banyak orang bahkan tidak sadar betapa otomatisnya gerakan tangan mereka menuju layar setiap kali ada jeda kecil: saat menunggu makanan datang, berada di lift, duduk sendiri di kamar, atau bahkan ketika percakapan berhenti beberapa detik.

Keheningan kini sering dianggap tidak nyaman. Padahal, secara psikologis, kemampuan untuk tetap tenang tanpa distraksi digital menunjukkan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar “tidak kecanduan gadget”.

Orang yang mampu duduk dalam keheningan total tanpa merasa perlu membuka ponsel biasanya memiliki kualitas mental dan emosional tertentu yang kuat. Mereka bukan anti-teknologi. Mereka hanya tidak menggantungkan ketenangan batin pada stimulasi konstan.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (15/5), terdapat delapan kualitas yang sering dimiliki orang-orang seperti ini menurut psikologi.

1. Mereka Nyaman dengan Diri Sendiri

Banyak orang menggunakan ponsel untuk menghindari perasaan kosong, canggung, atau gelisah saat sendirian. Ketika tidak ada distraksi, pikiran mulai berbicara. Dan tidak semua orang nyaman mendengarnya.

Orang yang bisa duduk diam tanpa membuka ponsel biasanya memiliki hubungan yang cukup sehat dengan diri mereka sendiri. Mereka tidak merasa harus terus-menerus “melarikan diri” dari pikiran pribadi.

Dalam psikologi, kemampuan menikmati kesendirian sering dikaitkan dengan self-awareness dan kestabilan emosional. Mereka mampu menerima emosi tanpa buru-buru menutupinya dengan hiburan instan.

Keheningan bagi mereka bukan ancaman. Itu ruang bernapas.

2. Mereka Memiliki Kontrol Diri yang Baik

Ponsel dirancang untuk menarik perhatian. Notifikasi, video pendek, infinite scroll, dan algoritma dibuat agar otak terus mencari dopamin berikutnya.

Karena itu, tidak meraih ponsel ketika bosan sebenarnya adalah bentuk self-control yang cukup besar.

Orang-orang ini mampu menunda impuls kecil. Mereka tidak langsung bereaksi terhadap rasa bosan atau ketidaknyamanan. Dalam psikologi perilaku, kemampuan ini berkaitan erat dengan regulasi diri dan disiplin mental.

Mereka tidak harus selalu terhibur setiap detik.

Dan itu kemampuan yang semakin langka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore