
seseorang yang memperlakukan orang tua seperti teman. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Dalam dinamika keluarga, hubungan antara anak dan orang tua sering kali dibangun atas dasar hierarki, di mana orang tua menjadi panutan, pemberi aturan, dan penuntun moral.
Namun, tidak semua anak tumbuh dalam pola hubungan semacam itu.
Beberapa orang justru membentuk hubungan yang lebih setara dan bersifat seperti persahabatan dengan orang tua mereka.
Mereka melihat orang tuanya bukan sebagai figur otoritas yang mengarahkan, melainkan sebagai "teman" yang bisa diajak bicara, bercanda, atau bahkan berdebat tanpa batasan peran.
Menurut kajian psikologi perkembangan dan hubungan keluarga, pengalaman masa kecil sangat memengaruhi bagaimana seseorang memandang dan memperlakukan orang tuanya di usia dewasa.
Ketika seseorang lebih memperlakukan orang tua seperti teman ketimbang panutan, biasanya hal itu tidak muncul tanpa sebab.
Di baliknya, ada serangkaian pengalaman khas yang membentuk persepsi dan gaya keterikatan emosional tersebut.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (18/7), terdapat 10 pengalaman umum yang dialami oleh orang-orang yang memperlakukan orang tuanya seperti teman daripada panutan, menurut psikologi:
1. Tumbuh dalam Keluarga yang Minim Struktur Otoritas
Anak-anak yang dibesarkan dalam rumah tangga dengan pola pengasuhan permisif (permissive parenting) sering kali tidak memiliki batasan yang jelas antara peran orang tua dan anak.
Akibatnya, mereka tidak melihat orang tua sebagai figur otoritas, melainkan sebagai “teman sebaya” yang kebetulan lebih tua.
Psikologi menyebut ini sebagai pola keterikatan yang longgar terhadap struktur.
2. Orang Tua Kerap Curhat atau Mengandalkan Anak secara Emosional
Ketika orang tua sering mencurahkan masalah pribadi mereka kepada anak, entah soal pekerjaan, hubungan, atau keuangan, peran orang tua bisa berubah.
Anak akan merasa sebagai tempat bersandar, bukan sebaliknya.
Ini membuat dinamika menjadi seperti pertemanan, di mana dukungan berjalan dua arah secara setara—bukan satu arah dari orang tua ke anak seperti biasanya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
