Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 03.08 WIB

Mengenal Sifat, Karakter, dan Kelemahan Weton Kelompok Lakuning Rembulan Menurut Primbon Jawa

Mengenal Sifat, Karakter, dan Kelemahan Weton Kelompok Lakuning Rembulan Menurut Primbon Jawa (Freepik) - Image

Mengenal Sifat, Karakter, dan Kelemahan Weton Kelompok Lakuning Rembulan Menurut Primbon Jawa (Freepik)

JawaPos.com - Dalam warisan budaya Jawa, ilmu tentang weton selalu menarik untuk dipelajari. Salah satunya adalah weton lakuning rembulan, yang termasuk unik karena sifat dan nasibnya sering dikaitkan dengan simbol rembulan alias bulan.

Menurut Primbon Jawa, weton ini berada di bawah naungan jumlah neptu 14 dan dikenal memiliki karakter yang tenang di luar, tapi menyimpan sisi dalam yang penuh dinamika.

Weton yang termasuk dalam kelompok ini adalah Minggu Pahing, Senin Kliwon, Selasa Pon, Rabu Legi, Kamis Wage, Jumat Pon, dan Sabtu Legi.

Menurut penjelasan mengenai weton lakuning rembulan pada kanal youtube Sabdaning Ratu, seperti rembulan yang memiliki sisi terang dan sisi gelap, begitu pula para pemilik weton ini.

Mereka sering dianggap angkuh atau dingin oleh orang di sekitarnya karena jarang menampakkan emosi. Padahal, sebenarnya mereka adalah pribadi yang hangat dan menyenangkan, hanya saja pandai menyembunyikan perasaan.

Namun, seperti halnya manusia pada umumnya, pemilik weton lakuning rembulan juga memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan utamanya adalah rasa malas. Sifat ini sering menjadi penghambat dalam meraih kesuksesan, karena membuat mereka kurang termotivasi untuk berjuang. Jika tidak segera disadari dan diperbaiki, sifat malas ini bisa membuat hidup mereka sulit keluar dari keterbatasan.

Selain itu, para pemilik weton ini biasanya memiliki fisik yang tidak terlalu kuat. Mereka rentan terhadap penyakit dan disarankan untuk menjaga pola makan, tidur, serta rutin mengonsumsi makanan sehat dan vitamin. Kelemahan berikutnya adalah nasib yang cenderung kurang berpihak. Banyak dari mereka yang merasa direndahkan, disepelekan, dan sulit meraih keberuntungan secara instan.

Meski demikian, bukan berarti mereka tidak punya harapan. Justru kelemahan-kelemahan ini bisa menjadi pengingat untuk lebih giat berusaha dan tidak menyerah pada keadaan. Dalam Primbon Jawa, kelemahan bukan akhir dari segalanya. Semuanya bisa berubah jika seseorang mau berjuang dan memperbaiki diri.

Sebagai penutup, memahami kelemahan diri bukanlah untuk merendahkan diri sendiri. Sebaliknya, hal ini bisa menjadi bekal untuk memperbaiki kualitas hidup. Pemilik weton lakuning rembulan sebaiknya menjadikan kelemahannya sebagai pelajaran, bukan sebagai beban. Dengan semangat, tekad, dan doa, segala nasib bisa berubah menjadi lebih baik. Ingatlah, bulan pun bisa bersinar indah meski dikelilingi kegelapan malam.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore