Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 17.54 WIB

Weton Rabu Pahing Kurang Cocok dengan Weton Ini, Hubungannya Akan Penuh Cobaan Berat

Weton Rabu Pahing kurang cocok dengan weton ini (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Dalam budaya Jawa, weton jodoh bukan sekadar ramalan, tapi bagian dari kearifan lokal yang dipercaya bisa membantu memetakan potensi dan tantangan dalam kehidupan rumah tangga. Salah satu contoh yang cukup diperhatikan adalah ketika weton Rabu Pahing bertemu dengan Minggu Wage. Kombinasi ini dianggap sebagai salah satu hitungan jodoh yang berat dan penuh ujian.

Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal YouTube Sabdaning Ratu, jika Rabu Pahing (neptu 16) bertemu dengan Minggu Wage (neptu 9), total neptunya menjadi 25. Dalam ilmu petung, angka ini dikenal dengan istilah tibo Baleka Dawang, yang menunjukkan bahwa rumah tangga mereka rawan cobaan dalam bentuk penyakit dan ketidakharmonisan.

Cobaan utama dari kombinasi ini datang dari dua sisi. Pertama, secara spiritual dan garis nasib, pasangan ini berpotensi mengalami banyak gangguan kesehatan, baik fisik maupun batin. Kedua, dari segi ekonomi, pasangan ini tidak seimbang. Rabu Pahing dikenal sebagai sosok yang pandai mencari uang (tiba cucuk), sedangkan Minggu Wage justru dikenal sebagai tibo silit, yaitu uangnya cepat habis, bahkan cenderung boros karena terlalu ingin menyenangkan orang lain.

Selain itu, karakter masing-masing juga berpotensi menimbulkan konflik. Rabu Pahing cenderung keras dan berwibawa, bahkan terkesan menyeramkan saat marah. Sementara itu, Minggu Wage punya sifat keras kepala dan mudah bosan. Kombinasi ini bisa memicu pertengkaran yang cukup sering, apalagi jika muncul orang ketiga, karena Rabu Pahing punya daya tarik tinggi yang bisa mengundang kecemburuan pasangannya.

Meski tergolong berat, bukan berarti hubungan ini tidak bisa berhasil. Primbon menyarankan agar pasangan yang memiliki hitungan jodoh semacam ini menjalani proses ruwat atau sedekah weton untuk meredam energi negatif. Yang terpenting adalah kesadaran dari masing-masing pihak untuk berubah dan saling memahami.

Petung weton tidak ditujukan untuk melarang pernikahan, melainkan sebagai bahan renungan. Dengan mengetahui potensi masalah sejak awal, pasangan bisa lebih siap menghadapi dan memperbaikinya bersama-sama.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore