Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Agustus 2023 | 22.28 WIB

5 Kuliner Khas Surabaya, Kelezatannya Diakui hingga ke Mancanegara

Rawon khas Surabaya diakui kelezatannya menjadi salah satu makanan berkuah paling enak di dunia. - Image

Rawon khas Surabaya diakui kelezatannya menjadi salah satu makanan berkuah paling enak di dunia.

JawaPos.com–Setiap makanan memiliki ciri khas dan cita rasa tersendiri yang memikat, begitu pun dengan kuliner tradisional khas Surabaya. Tak hanya terdiri dari beragam gedung yang gemerlap indah, Surabaya juga memiliki makanan yang melegenda.

Menjelajahi Kota Pahlawan, tak lengkap jika tak mengenal dan mencicipi beragam kuliner tradisional khas Surabaya. Beberapa kuliner kota ini telah diakui sebagai warisan budaya tak benda, bahkan kelezatan ada yang diakui mancanegara. 

Berikut lima kuliner tradisional khas Surabaya yang telah dirangkum JawaPos.com dari beragam sumber. Simak ulasannya:

  1. Rujak Cingur

Rujak cingur telah diakui sebagai Warisan Budaya tak Benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Rujak cingur merupakan makanan asal Kota Pahlawan yang khas dengan cingur. Cingur berasal dari bahasa Jawa yang berarti mulut atau moncong sapi.

Cingur tersebut diiris kecil-kecil dan direbus, kemudian dicampurkan ke dalam hidangan rujak. Umumnya, rujak cingur terdiri atas buah-buahan dan sayur-sayuran. Beberapa buah yang digunakan di antaranya, nanas, bengkuang, mangga muda, dan kedondong.

Sementara itu, sayuran menggunakan kecambah, kangkung, kacang panjang, timun, atau krai. Bahan pelengkap, yaitu tahu, tempe, lontong, bendoyo, dan irisan cingur sapi.

  1. Pecel Semanggi

Selain rujak cingur, makanan tradisional khas Surabaya lain yang diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi adalah pecel semanggi. Pengakuan tersebut menegaskan bahwa pecel semanggi memiliki nilai budaya yang penting bagi Kota Surabaya.

Keunikan pecel semanggi terletak pada sayuran yang digunakan. Pasalnya, pecel semanggi tidak menggunakan sayuran seperti pecel pada umumnya. Namun, menggunakan daun semanggi yang dikukus disajikan dengan sambal atau bumbu semanggi.

Bumbu semanggi terbuat dari campuran gula Jawa, terasi, dan cabai. Biasanya, pecel semanggi dilengkapi dengan kangkung, kecambah, dan kerupuk uli yang terbuat dari beras.

  1. Lontong Balap

Makanan tradisional khas Surabaya ini memiliki sejarah yang unik. Awal mulanya, lontong balap dijual dengan menggunakan wadah mirip gentong yang dibawa dengan cara dipikul. Kemudian, para penjual memikul dagangannya dengan setengah berlari, sehingga terlihat seperti saling balapan.

Lontong balap merupakan hidangan yang terdiri dari lontong, tahu, dan taoge dengan sambal petis. Ciri khas dari lontong balap, yaitu terdapat pada lentho, makanan yang terbuat dari kacang lalu direndam selama satu malam dengan berbagai bumbu. Kemudian, kacang tersebut ditumbuk, dikepal, dan digoreng. 

Jika daerah Padang dan Madura memiliki sate dengan khasnya masing-masing. Surabaya juga memiliki sate yang khas, yaitu sate klopo. Makanan tersebut cukup populer di Kota Pahlawan.

Dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), pilihan sate klopo dapat terbuat dari olahan daging ayam, daging sapi, atau sumsum sapi yang dibakar. Sate klopo memiliki cara memasak yang unik. Dalam proses pembuatannya, daging diolah dengan tambahan kelapa.

Sebelum di panggang, daging tersebut diolesi dengan kelapa dan beberapa bumbu khusus. Selama proses pemanggangan, langkahnya sama seperti sate pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah ketika sate sudah matang, parutan kelapa juga ditaburkan di atasnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore