Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juli 2023 | 17.11 WIB

Jangan Salah Pesan, Kenali Istilah Makanan yang Mengandung Daging Babi Saat Traveling ke Jepang

Buta No Kakuni, salah satu nama menu makanan di Jepang yang dibuat dari perut babi rebus (Foto : The Spruce Eats).

JawaPos.com - Bagi seseorang yang hobi traveling, Jepang tentu masuk ke dalam daftar destinasi wisata favorit. Selain alamnya yang indah, Jepang memiliki segudang kuliner yang memanjakan lidah. Sebut saja makanan seperti sushi, ramen, sashimi, takoyaki, gyoza, dan masih banyak lainnya.
 
Selain makanan di atas, di Jepang tidak sulit untuk menemukan berbagai olahan menu makanan. Mulai yang berbahan dasar seafood, daging sapi, daging ayam hingga daging babi.
 
Akun TikTok @cirose mengunggah video pengalaman kulinernya selama di Jepang. Dalam video unggahannya Ia memberi edukasi untuk para wisatawan yang hendak pergi atau sedang berada di Jepang, namun tidak mengetahui nama menu makanan yang akan dimakan disana apakah mengandung babi atau tidak.
 
Berikut istilahnya:
 
 
1. Buta
 
Istilah babi yang paling umum digunakan di makanan Jepang. Dilansir dari situs Kepo Jepang milik perusahaan Kakemochi Co., Ltd yang ada di Kota Fukuoka, buta secara sederhana diartikan 'babi'. Tetapi, buta lebih merujuk babi sebagai hewan ternak yang dipelihara dan dikembangbiakkan, sehingga dagingnya bisa dikonsumsi sebagai makanan. Contohnya seperti Buta Ramen, Butadon, Buta Shabu.
 
 
2. Tonkotsu
 
Kaldu sup yang berbahan dasar dari tulang babi dan direbus selama berjam-jam. Biasanya hidangannya berupa ramen yang diberi irisan daging babi.
 
 
3. Tonkatsu
 
Dilansir dari situs LIVE JAPAN, tonkatsu adalah masakan daging babi yang dilapisi tepung roti, kemudian digoreng dengan minyak. Biasanya disajikan dengan saus kental dan kubis sebagai makanan pendamping.
 
 
4. Tonjiru
 
Sup miso dengan tumis daging babi dan sayuran. Sebutan lainnya adalah 'Butajiru'.
 
 
5. Chāshū
 
Nama lainnya adalah 'Yakibuta'. Makanan ini terbuat dari daging babi dari bagian perut yang digulung hingga berbentuk gelondong. Setelah diikat dengan benang agar tidak lepas, gelondongan daging tersebut dimasak perlahan-lahan di atas api kecil. Oleh karenanya, Chāshū juga kadang disebut 'Nibuta' atau babi masak.
 
 
Beberapa menu makanan di Jepang juga menggunakan istilah nama yang merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris ke Bahasa jepang, seperti kata 'pork' menjadi 'pooku', 'bacon' menjadi 'beekon', 'ham' jadi 'hamu' dan 'lard' menjadi 'raado'.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore