
Wisata kental budaya India di kawasan Little India Singapura/Marieska Harya Virdhani
JawaPos.com - Kawasan Orchard Road hingga area Marina Bay, biasanya paling banyak dikunjungi para turis. Tapi tahukah Anda, ada bagian otentik dan menarik dari sisi lain di Singapura, yakni kawasan Little India.
Di kawasan itu, kita seperti sedang menjelajah negara India. Tak perlu jauh jauh ke India, kawasan itu sudah memberikan cita rasa India yang otentik lewat gaya bangunannya serta para penduduk yang ada di sana.
Pantauan JawaPos.com, mayoritas warga di sana merupakan keturunan India. Para perempuan masih mengenakan kain sari sebagai budaya India. Mereka juga mengenakan aksesori otentik khas India.
Sejumlah jalan yang bisa dilalui di kawasan itu di antaranya Jalan Syed Alwi, Jalan Sam Leong, Kitchener Road, hingga Serangoon Road dan Race Course Road. Seperti namanya, kawasan itu juga mempertahankan identitasnya.
Sejarah Little India
Laman Visit Singapore memuat sejarah kawasan Little India. Dulu, area itu memiliki arena pacuan kuda, penggembala ternak, dan tempat pembakaran batu bata. Tetapi sementara tempat-tempat ini hilang, saat ini masih berdiri berbagai bangunan khas India.
Pada tahun 1840-an, orang Eropa tinggal di sini terutama untuk arena balap, tempat mereka bertemu dan berbaur. Namun kawasan itu berubah menjadi perdagangan India karena para pedagang mempekerjakan pekerja migran India. Barang dan jasa tertentu lepas landas, dan masjid serta kuil Hindu dibangun.
Saat ini, Little India adalah salah satu distrik paling semarak di Singapura. Saat Anda menyusuri Serangoon Road dan jalan-jalan di sekitarnya, jelajahi campuran kuil, masjid, dan gereja Hindu dan Tiongkok, betul-betul kental dengan akulturasi budaya.
Lalu saat mengunjungi Little India, apa saja yang bisa Anda lakukan?
Tur Jalan Kaki
Paling enak menelusuri Little India dengan berjalan kaki. JawaPos.com mencoba menelusuri seluruh kawasan Little India dengan berjalan kaki hingga menuju ke area Jalan Besar dan Bugis Street. Itu memakan waktu sekitar 27-30 menit. Selama berjalan kaki, Anda akan berjumpa dengan masyarakat keturunan India. Anak-anak kecil dan remaja bahkan masih memakai kain sari khas India, ada pula yang sudah modern. Tak lupa, ada sejumlah bangunan dengan warna warni cerah khas India yang bersejarah. Dan tak lupa, restoran dan hotel India pun berjejer di sana.
Kulineran
Tak lengkap jika mengunjungi area itu tanpa kulineran. Isi perut Anda dengan makanan vegetarian India Selatan, hidangan tandoori India Utara, dan hidangan lokal seperti roti prata (panekuk bundar) dan teh tarik (teh tarik dalam bahasa Melayu). Misalnya ada restoran India Kaka Da Dhaba, Sakunthala’s Restaurant, hingga Verdun House. Berapa harga makan di sana?
Dengan membawa uang 10 Dollar Singapura, Anda sudah bisa menikmati nasi khas India dan juga kari kambing serta teh hangat. Harga itu setara dengan Rp 110 ribu per orang.
Staycation
Menginap di kawasan Little India juga dapat menjadi pilihan saat singgah di sana. Mau dari hotel yang paling murah hingga paling mahal ada di sana. Misalnya ada hotel Royal India Hotel, Citadines Rochor Singapore, Hilton Garden Inn Singapore Serangoon, hingga Parkroyal on Kitchener Road. Harganya dari ratusan ribu per malam hingga jutaaan Rupiah.
Belanja
Jangan lupa untuk berbelanja. Pusat perbelanjaan 24 jam Mustafa Centre menawarkan segalanya mulai dari elektronik hingga bahan makanan. Rata-rata penjualnya pun keturunan India. Ada pula kain sari dan pakaian India yang dijual di sana. Atau pilih Tekka Centre terbuka, toko pandai emas, dan toko sari. Atau Anda yang ingin jalan-jalan ke mal, ada pula City Square Mall yang berada di seberang Parkroyal Hotel.
Wisata Rohani
Kawasan itu kaya toleransi beragama. Tak hanya kuil, ada pula masjid dan gereja. Misalnya Angullia Mosque, Abdul Gafoor Mosque, hingga Malabar mosque. Untuk kuil, Anda dapat menjelajahi Sri Veeramakaliamman Temple di Serangoon Rd, Thian Sing Keong Temple di Upper Weld Road (S)207412 hingga Siddh Peeth Shree Lakshmi Narayan Temple di Chander Rd. Dan untuk gereja, Anda dapat mengunjungi Church of the true light di Perak rd, King of Glory Church di Norris Rd, serta Kampong Kapor Methodist Church di Kampong Kapor Rd.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
