
Menkopolhukam Wiranto. (Miftahulhayat/Jawa Pos)
MASALAH Papua menarik perhatian banyak pihak. Sejak pemantik menyala di Surabaya, Jawa Timur, hingga aksi rusuh di Bumi Cenderawasih, pemerintah tak berhenti memberikan atensi. Beragam cara dilakukan untuk memastikan kondusivitas Papua. Dari Jakarta, Menko Polhukam Wiranto saban hari memperbarui informasi terkait situasi Papua. Termasuk lewat bincang dengan wartawan Jawa Pos Sahrul Yunizar.
---
Bagaimana perkembangan situasi dan kondisi di Papua sekarang ini?
Kami bersyukur bahwa perkembangan di Papua dan Papua Barat secara umum tetap kondusif. Kemarin (3/9) sudah kondusif, sekarang (4/9) tetap kondusif. Aktivitas masyarakat juga kembali normal. Pelayanan publik sudah kembali. Khususnya di perkotaan. Layanan transportasi di pelabuhan, bandara, dan terminal berjalan seperti semula. Distribusi BBM sudah jalan. Pemerintahan, kesehatan, pasar, perbankan, dan PDAM dapat berfungsi lagi.
Pemerintah mulai membuka dialog dengan masyarakat Papua untuk menyelesaikan permasalahan serta mencegah kejadian serupa terulang?
Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat terus berkoordinasi dengan melakukan upaya-upaya pertemuan agar keadaan yang damai ini bisa dipertahankan. Khusus Papua, telah dilaksanakan kegiatan forum kepala daerah sewilayah adat Tanah Tobi. Di wilayah adat Tanah Tobi ada beberapa kabupaten. Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura. Mereka membahas situasi dan kondisi yang berkembang, kemudian mencari solusi untuk bisa mempertahankan keamanan dan perdamaian di wilayah adat itu.
Mabes TNI mengganti Pangdam XVII/Cenderawasih dan Pangdam XVIII/Kasuari dengan perwira tinggi asli Papua. Apakah itu bagian dari strategi menangani persoalan di sana?
Iya, bagus lah. Supaya komunikasi lebih gampang. Lebih bisa masuk. Secara kultur, bisa langsung klop dialognya. Kalau Sampean, misalnya. Adik Sampean nakal. Lebih baik Sampean yang nasihati, bukan saya. Kalau saya, nanti dikira sombong. Kalau Sampean nasihati, kan kakaknya sendiri.
Setelah dipastikan kondusif, apa yang akan dilakukan pemerintah? Apakah akan menarik pasukan dan kembali membuka akses internet?
Saya katakan, pasukan akan ditarik begitu situasi kondusif. Kalau sudah kondusif, maka internet dipulihkan. Tapi, yang tahu ukuran kondusif kan aparat keamanan. Ada informasi tertentu ya nggak mungkin kami buka kepada publik. Ini lho ada ancaman ini, ada ancaman ini. Nanti publik malah takut, malah khawatir. Serahkan kepada aparat keamanan untuk mempertimbangkan, menganalisis, dan menyimpulkan bahwa keadaan betul-betul sudah kondusif. Ingat, pasukan kita juga nggak mau berlama-lama di sana, yang dari luar Papua dan Papua Barat. Pisah keluarga ya kan. Pisah anak istri.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
