
Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipid Siber) Bareskrim Polri Kombespol Asep Safrudin. (Facebook Asep Safrudin)
PERKEMBANGAN teknologi memiliki potensi ancaman bagi tumbuh kembang anak. Salah satunya, kejahatan siber yang menyasar anak-anak. Literasi digital atau pendidikan dalam menggunakan media sosial penting. Berikut obrolan wartawan Jawa Pos Ilham Wancoko dengan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipid Siber) Bareskrim Polri Kombespol Asep Safrudin.
---
Kejahatan siber yang menyasar anak masih terjadi?
Yang paling baru diungkap, napi menggunakan akun palsu seakan-akan guru. Dia memperdaya atau grooming terhadap anak-anak sekolah. Napi ingin mendapatkan foto dan video anak-anak tak berbusana.
Kejahatan siber dengan target anak bisa jadi tindak pidana yang belakangan tren. Bagaimana cara mencegah anak menjadi korban kejahatan siber?
Itu merupakan peran orang tua. Dittipid Siber memiliki tip dan triknya. Yakni, kontrol gadget anak, empati tumbuhkan kedekatan emosional, tahan emosi saat mendengar cerita pahit, amankan foto atau video percakapan dengan orang lain, password gadget dan privat akun medsos, edukasi di rumah tentang internet, dan lapor patroli siber. Kalau disingkat, KETAPEL.
Mengapa perlu tahan emosi saat mendengar cerita pahit?
Itu berdasar pengalaman menangani kasus kekerasan terhadap anak. Orang tua terkadang emosi dan memarahi anak saat mendengar bahwa terjadi kekerasan, terutama seksual. Hal tersebut justru membuat anak diam dan tidak mau membicarakannya. Padahal, seharusnya polisi bisa mendapatkan keterangan yang banyak dari sang anak. Tapi, anak malah ketakutan sama orang tuanya.
Bagaimana cara agar data identitas dan foto tidak digunakan oleh penjahat yang menyasar anak?
Sebaiknya bikin akun media sosial menjadi privat. Sehingga foto dan identitas tidak digunakan untuk membuat akun palsu oleh penjahat. Itu salah satunya.
Setelah penegakan hukum, bagaimana anak yang menjadi korban?
Kalau dari kasus napi mengaku guru, anak yang menjadi korban diidentifikasi. Tujuannya, bisa dilakukan konseling agar psikologisnya sembuh. Anak yang jadi korban perlu semacam rehabilitasi agar kondisi psikologisnya tidak terpengaruh. Ini lebih baik daripada anak yang menjadi korban tersebut dibiarkan begitu saja tanpa konseling.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022