Ilustrasi pengemudi berinteraksi dengan penumpang taksi online. (Istimewa)
JawaPos.com - Penumpang transportasi online perlu berhati-hati agar terhindar dari berbagai jenis kejahatan. Setidaknya ada 6 langkah yang bisa dilakukan terutama bagi penumpang yang melalukan perjalanan malam.
Langkah sederhana bisa dilakukan penumpang demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan. Langkah ini seperti memastikan identitas pengemudi dan kendaraan sesuai dengan informasi di aplikasi.
Tidak melakukan penjemputan di lokasi sepi atau gelap. Lokasi penjemputan yang disarankan yakni tempat ramai, terlihat banyak aktivitas warga.
Aplikator penyedia jasa transportasi daring juga berusaha meningkatkan keselamatan para pelanggannya. Seperi Grab telah menerapkan sejumlah mekanisme mulai dari pencocokan pengemudi untuk perjalanan malam dan penumpang yang dinilai lebih rentan.
Lalu berbagi perjalanan secara real-time, pemantauan perjalanan berbasis GPS, hingga akses bantuan dalam kondisi darurat. Ketika kendaraan tiba, penumpang tidak disarankan langsung menaikinya. Penumpang perlu mencocokan nama pengemudi dan kendaraannya dengan informasi di aplikasi.
Aplikasi Grab kini mendukung mekanisme Safer Allocation for Night Rides & Vulnerable Passengers. Mekanisme itu bekerja sejak tahap pencocokan perjalanan, termasuk pada periode malam seperti pukul 22.00 hingga 06.00, serta untuk penumpang yang dinilai lebih rentan.
Sistem tersebut dirancang untuk memprioritaskan pencocokan perjalanan dengan mitra pengemudi yang lebih berpengalaman dan memiliki rating tinggi.
Penumpang juga mesti memberi tahu orang terdekat mengenai perjalanan. Saat bepergian sendirian pada malam hari, ada baiknya keluarga, teman, untuk mengetahui bahwa Anda sedang dalam perjalanan.
Dengan begitu, teman atau kerabat Anda bisa mengetahui estimasi waktu kedatangan. Bila terjadi keadaan darurat dapat segera dilakukan langkah yang diperlukan.
Bagi para pengguna Grab, dapat menggunakan Share My Ride untuk mengirimkan tautan perjalanan kepada keluarga atau orang tepercaya. Dengan tautan tersebut, penerima dapat memantau progres perjalanan berdasarkan GPS, melihat informasi mengenai pengemudi dan kendaraan, serta mengetahui perkiraan waktu tiba atau estimated time of arrival (ETA).
Berikut 6 langkah yang bisa dilakukan agar perjalanan Anda aman dan nyaman:
1. Memastikan identitas pengemudi dan kendaraan sesuai dengan informasi di aplikasi.
2. Memilih titik penjemputan yang aman seperti tempat ramai dan terang.
3. Memberi tahu orang terdekat.
4. Memperhatikan rute yang akan dilalui melalui peta sebelum perjalan.
5. Berbagi perjalanan secara real-time agar bisa dipantau melalui GPS.
6. Memberikan akses bantuan dalam kondisi darurat kepada teman atau keluarga.