
Ciri unik orang yang masih menyimpan mainan kesayangan masa kecil menurut psikologi (Magnific/ magnific)
JawaPos.com – Psikologi unik tercermin dari kebiasaan seseorang yang masih menyimpan mainan kesayangan sejak masa kecil hingga dewasa.
Banyak orang merasa sulit melepaskan kenangan masa kecil, sehingga memilih tetap menyimpan barang tersebut bertahun-tahun lamanya.
Kebiasaan menyimpan mainan kesayangan ternyata bukan sekadar soal nostalgia, melainkan mencerminkan karakter tertentu dalam diri seseorang.
Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (3/9), berikut sembilan ciri psikologi unik yang biasa dimiliki orang yang masih menyimpan mainan kesayangan masa kecilnya.
1. Menyukai keberadaan barang yang menenangkan
Anak-anak dikenal senang menyimpan barang tertentu yang membuat mereka merasa lebih aman dan nyaman.
Para ilmuwan menyebut benda semacam ini sebagai objek transisi yang tidak selalu hilang seiring bertambahnya usia.
Barang yang memberi rasa aman sejak kecil biasanya memiliki pengaruh lebih kuat dibanding barang baru.
Rasa nyaman ini menjadi cara penting bagi banyak orang menghadapi berbagai tantangan hidup sehari-hari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
