Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 17.16 WIB

Target 60 Juta Turis, Jepang Siapkan Sistem Bea Cukai Digital Berbasis QR Code pada 2030

Sejumlah orang mengantre di area layanan imigrasi Bandara Narita, dekat Tokyo, Jepang. (Nikkei Asia) - Image

Sejumlah orang mengantre di area layanan imigrasi Bandara Narita, dekat Tokyo, Jepang. (Nikkei Asia)

JawaPos.com – Jepang akan menghapus seluruh formulir deklarasi bea cukai berbasis kertas di bandara dan menggantinya dengan sistem digital pada 2030. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses kedatangan wisatawan sekaligus mendukung target 60 juta kunjungan turis mancanegara per tahun.

Seperti dilansir Kyodo, Rabu (24/6), Kementerian Keuangan Jepang telah menyusun rencana bertajuk Smart and Secure Border Control: Customs Vision 2030 yang akan mendigitalisasi seluruh proses deklarasi barang bawaan penumpang.

Melalui sistem baru tersebut, wisatawan hanya perlu mengisi data seperti nama dan alamat secara daring sebelum keberangkatan atau kedatangan. Setelah itu, sistem akan menghasilkan QR code yang dapat digunakan untuk menyelesaikan proses deklarasi di bandara.

Digitalisasi akan berlaku untuk barang yang dibawa langsung oleh penumpang maupun barang yang dikirim secara terpisah. Pemerintah berharap proses pemeriksaan menjadi lebih cepat dan efisien dibanding metode konvensional.

Jepang sebenarnya telah memperkenalkan deklarasi elektronik sejak 2019. Namun hingga April 2026, sekitar separuh penumpang masih memilih menggunakan formulir kertas.

Selain memperbarui sistem deklarasi, pemerintah juga akan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu pemeriksaan barang impor dalam jumlah kecil yang terus meningkat.

Teknologi AI tersebut akan diterapkan pada mesin pemindai sinar-X di bandara-bandara utama, termasuk Narita dan Osaka, paling lambat 2030. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja petugas sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga kerja dan peralatan pemeriksaan.

Pemerintah Jepang memperkirakan kebutuhan modernisasi semakin mendesak setelah jumlah wisatawan asing menembus lebih dari 40 juta orang pada tahun lalu. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Jepang.

Dengan sistem baru berbasis QR code dan AI, pemerintah berharap antrean di area bea cukai dapat dipersingkat tanpa mengurangi aspek keamanan. Digitalisasi juga menjadi bagian dari persiapan Jepang menghadapi lonjakan wisatawan dalam beberapa tahun mendatang.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang, perubahan ini berarti proses masuk negara tersebut akan semakin praktis. Selama data telah diisi secara daring, penumpang cukup menunjukkan QR code tanpa perlu lagi mengisi formulir deklarasi secara manual di bandara.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore