
Sejumlah orang mengantre di area layanan imigrasi Bandara Narita, dekat Tokyo, Jepang. (Nikkei Asia)
JawaPos.com – Jepang akan menghapus seluruh formulir deklarasi bea cukai berbasis kertas di bandara dan menggantinya dengan sistem digital pada 2030. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses kedatangan wisatawan sekaligus mendukung target 60 juta kunjungan turis mancanegara per tahun.
Seperti dilansir Kyodo, Rabu (24/6), Kementerian Keuangan Jepang telah menyusun rencana bertajuk Smart and Secure Border Control: Customs Vision 2030 yang akan mendigitalisasi seluruh proses deklarasi barang bawaan penumpang.
Melalui sistem baru tersebut, wisatawan hanya perlu mengisi data seperti nama dan alamat secara daring sebelum keberangkatan atau kedatangan. Setelah itu, sistem akan menghasilkan QR code yang dapat digunakan untuk menyelesaikan proses deklarasi di bandara.
Digitalisasi akan berlaku untuk barang yang dibawa langsung oleh penumpang maupun barang yang dikirim secara terpisah. Pemerintah berharap proses pemeriksaan menjadi lebih cepat dan efisien dibanding metode konvensional.
Jepang sebenarnya telah memperkenalkan deklarasi elektronik sejak 2019. Namun hingga April 2026, sekitar separuh penumpang masih memilih menggunakan formulir kertas.
Selain memperbarui sistem deklarasi, pemerintah juga akan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu pemeriksaan barang impor dalam jumlah kecil yang terus meningkat.
Teknologi AI tersebut akan diterapkan pada mesin pemindai sinar-X di bandara-bandara utama, termasuk Narita dan Osaka, paling lambat 2030. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja petugas sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga kerja dan peralatan pemeriksaan.
Pemerintah Jepang memperkirakan kebutuhan modernisasi semakin mendesak setelah jumlah wisatawan asing menembus lebih dari 40 juta orang pada tahun lalu. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Jepang.
Dengan sistem baru berbasis QR code dan AI, pemerintah berharap antrean di area bea cukai dapat dipersingkat tanpa mengurangi aspek keamanan. Digitalisasi juga menjadi bagian dari persiapan Jepang menghadapi lonjakan wisatawan dalam beberapa tahun mendatang.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang, perubahan ini berarti proses masuk negara tersebut akan semakin praktis. Selama data telah diisi secara daring, penumpang cukup menunjukkan QR code tanpa perlu lagi mengisi formulir deklarasi secara manual di bandara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022