Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 16.52 WIB

Jangan Asal Pingin Pergi ke Korea, Kenali Budaya dan Kebiasaan Masyarakat Terlebih Dahulu

Tradisi masyarakat Korea Selatan./Sumber foto: Freepik - Image

Tradisi masyarakat Korea Selatan./Sumber foto: Freepik

JawaPos.Com – Siapa sih yang tidak ingin pergi ke Negeri Ginseng? Semenjak K-pop mendunia dan dikenal semua orang, membuat turis mancanegara banyak berkunjung ke Korea Selatan.

Selain karena teknologi dunia industrinya yang terkenal, Korea Selatan juga masih banyak memiliki warisan budaya dan adat istiadat dari leluhur.

Maka dari itu, orang Korea masih menjaga tradisi turun temurun tersebut. Pendidikan di Korea Selatan juga telah diakui oleh Internasioal, jadi tak jarang jika banyak pendatang yang juga ingin melanjutkan studi di Korea Selatan.

Namun, sebelum mengunjungi Negeri Ginseng ini alangkah baiknya untuk mengetahui tradisi dan budaya orang Korea dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ini bertujuan agar memudahkan kamu yang ingin menetap di Negeri ini.

Melansir dari commisceo-global.com, Selasa (26/3), setidaknya terdapat 9 macam etika yang harus dipahami saat berada di Korea Selatan;

1)      Konsep Kibun

Kibun diartikan sebagai kebanggaan, wajah, suasana hati, perasaan, atau keadaan pikiran.

  • Jika kamu menyakiti kibun seseorang, maka kamu melukai harga diri mereka, menyebabkan mereka kehilangan martabat, dan malu.
  • Penting untuk menjaga suasana damai dan nyaman setiap saat, meskipun mengatakan kebohongan untuk kebaikan.
  • Penting untuk mengetahui cara menilai keadaan kibun orang lain, cara menghindari menyakitinya, dan sekaligus menjaga kibun diri sendiri.
  • Dalam bisnis, kibun seorang manajer akan rusak jika bawahannya tidak menunjukkan rasa hormat yang semestinya. Kibun seorang bawahan rusak jika manajernya mengkritiknya di depan umum.

2)      Penamaan

  • Di Korea Selatan, penggunaan nama merupakan kebalikan dari budaya Barat. Nama keluarga sebagai nama depan dan nama asli sebagai nama belakang
  • Dianggap sangat tidak sopan memanggil orang Korea dengan nama aslinya. Mereka harus disapa dengan menggunakan gelar profesionalnya, seperti tuan atau nyonya dll.

3)      Pertemuan & Salam

  • Membungkuk adalah cara tradisional untuk menyapa di Korea Selatan
  • Jabat tangan sering kali mengiringi membungkuk di antara pria, dan tangan kiri harus menopang lengan kanan saat berjabat tangan
  • Wanita Korea tidak selalu berjabat tangan dan mungkin sedikit mengangguk daripada membungkuk

Baca Juga: Cetak Rekor, Tingkat Kesuburan di Korea Selatan Capai Tingkat Terendah Yaitu 0,65

4)      Gaya komunikasi

  • Komunikasi dapat menjadi rumit di Korea Selatan karena mereka tidak suka mengatakan 'tidak'. Mengatakan “tidak” dianggap etiket yang buruk
  • Postur tubuh yang baik dan bahasa tubuh yang positif yaitu; kesabaran dan kesopanan harus dipertahankan
  • Jangan menggunakan bahasa tubuh yang berlebihan dan terang-terangan
  • Gunakan dua tangan, atau dukung lengan kanan dengan tangan kiri, saat menyampaikan kartu nama, hadiah, atau saat menerima suatu barang

5)      Privasi

  • Merupakan suatu penghinaan bagi orang Korea jika disentuh oleh seseorang yang tidak mereka kenal; jangan menepuk punggung atau memeluknya
  • Kontak mata langsung yang berkepanjangan dapat dianggap sebagai sebuah tantangan dan dianggap tidak sopan, terutama ketika berhadapan dengan orang lain yang status sosialnya lebih tinggi.
  • Di kota-kota (terutama Seoul), saling dorong, dorong, dan sentuh adalah kejadian biasa – jangan tersinggung karena kurangnya permintaan maaf

6)      Etika Pemberian Hadiah

  • Terima kado dengan kedua tangan , namun jangan langsung membuka kado, tunggu hingga pemberinya tidak ada
  • Balas budi dan tawarkan sesuatu yang bernilai serupa. Orang Korea menyukai oleh-oleh dan barang-barang Barat.
  • Jika memberikan kado pastikan untuk membungkus dan menyajikannya dengan menarik. Hindari penggunaan kertas kado berwarna gelap, apalagi berwarna merah, pilihlah warna kuning/hijau cerah
  • Jika diundang ke rumah orang Korea, selalu bawakan hadiah kepada nyonya rumah; coklat, permen, kue atau bunga tetapi sebaiknya tidak mengandung alkohol
  • Hadiah sering kali diberikan pada pertemuan bisnis pertama dan tuan rumah harus memberikan hadiah pertamanya. Sebagai balasannya, berikan alkohol berkualitas baik seperti scotch, atau aksesoris meja
  • Jangan memberikan hadiah yang terlalu mahal karena orang Korea merasa berhutang budi jika mereka menerimanya
  • Hindari hadiah seperti pisau, gunting, set berisi empat buah, dan tulisan berwarna merah (ini dianggap sebagai ‘memotong hubungan’ dan menandakan kematian)

Baca Juga: Pemerintah Korea Selatan Ultimatum Para Dokter Magang yang Mogok Kerja, Ingatkan Soal Hukuman!

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore