
Tugu Pal Putih Jogja. (Dok. Zainiya Abidatun N/Jawa Pos)
JawaPos.Com – Sumbu Filosofi Yogyakarta yang terdaftar Warisan Dunia UNESCO bertajuk lengkap the Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks, secara resmi diakui sebagai warisan dunia karena dinilai memiliki arti penting secara universal.
Sumbu Filosofi Yogyakarta secara resmi diterima sepenuhnya sebagai Warisan Budaya Dunia sesuai dokumen penetapan WHC 2345.COM 8B. 39.
Kawasan sumbu filosofi merujuk pada garis imajiner yang menghubungkan Panggung Krapyak dan Tugu Yogyakarta, yang juga mencakup Malioboro dan Keraton Yogyakarta.
Tata ruang ini merupakan konsep yang dibuat raja pertama Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I, pada abad ke 18, yang berlandaskan konsepsi Jawa.
Susunan Sumbu Filosofi Yogyakarta (Portal Resmi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Sultan Hamengku Buwana I mendirikan Tugu Golong-Gilig (Pal Putih) di sisi utara keraton, dan Panggung Krapyak di sisi selatannya.
Dari ketiga titik tersebut, jika ditarik suatu garis lurus maka akan membentuk sumbu imajiner yang dikenal sebagai Sumbu Filosofi Yogyakarta.
Tugu Golong-Gilig/Pal Putih dan Panggung Krapyak merupakan simbol Lingga dan Yoni yang melambangkan kesuburan.
Tugu Golong-Gilig pada bagian atasnya berbentuk bulatan (golong) dan pada bagian bawahnya berbentuk silindris (gilig) serta berwarna putih sehingga disebut juga Pal Putih.
Tugu Golong Gilig melambangkan keberadaan sultan dalam melaksanakan proses kehidupannya.
Hal tersebut ditunjukkan dengan menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang disertai satu tekad menuju kesejahteraan rakyat (golong-gilig) dan didasari hati yang suci (warna putih).
Karena itu, Tugu Golong-Gilig ini menjadi titik pandang utama (point of view) sultan pada saat melaksanakan meditasi di Bangsal Manguntur Tangkil di Sitihinggil Utara.
Baca Juga: Tata Ruang Sumbu Filosofi Yogyakarta Ditetapkan Sebagai Situs Bersejarah Dunia Oleh Unesco
Hubungan filosofi antara Tugu, Kraton dan Panggung Krapyak ini yang mulanya bersifat Hinduistis oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I diubah menjadi konsep filosofi Islam Jawa "Sangkan Paraning Dumadi".

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
