Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Januari 2021 | 22.48 WIB

Taman Ghanjaran Trawas di Mojokerto, Gunung dan Wahana Permainan

Taman Ghanjaran di Desa Ketapanrame, Mojokerto. (Pemdes Ketapanrame untuk Jawa Pos) - Image

Taman Ghanjaran di Desa Ketapanrame, Mojokerto. (Pemdes Ketapanrame untuk Jawa Pos)

Kawasan wisata Trawas terasa makin lengkap dengan keberadaan Taman Ghanjaran. Letaknya yang di antara Gunung Welirang dan Penanggungan membuat destinasi ini menyuguhkan eksotisme panorama alam.

---

TAMAN Ghanjaran kini telah masuk dalam daftar objek wisata yang wajib dikunjungi para pelancong yang datang ke Trawas. Sebagian pengunjung destinasi yang berdiri di atas 2 hektare lahan milik tanah kas Desa (TKD) Ketapanrame itu merasa tak cukup hanya berkunjung sekali. “Saya sudah ketiga kalinya berkunjung ke sini,” ungkap Fikri Samudra, 18, wisatawan asal Kabupaten Sidoarjo.

Fikri tak datang sendiri. Pelajar salah satu SMA di Krian itu juga turut mengajak rekannya. Salah satu alasan yang mendorongnya untuk kembali lagi ke sana adalah suguhan pemandangan alamnya.

Bagi Fikri, kawasan wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketapanrame tersebut memiliki keunggulan dengan latar belakang pegunungan. Terutama Gunung Pawitra atau Penanggungan. “Mungkin banyak wisata yang ada di kawasan pegunungan. Tapi, untuk view yang kelihatan pas banget latar belakang gunungnya, menurut saya ya Ghanjaran,” paparnya.

Remaja yang tinggal di Kecamatan Taman, Sidoarjo, itu menambahkan, suguhan tak kalah menarik juga tersaji saat malam hari. Gemerlap lampu menghiasi tiga area di Taman Ghanjaran, yakni wahana permainan, taman, dan pujasera. “Makanya, kalau malam, pengunjung biasanya lebih ramai,” imbuhnya.

Sementara itu, Istiqomah, 20, pengunjung lainnya, mengaku langsung jatuh hati saat kali pertama berkunjung ke objek wisata yang diresmikan 5 Desember 2018 itu. Sebab, hampir seluruh area Taman Ghanjaran bisa menjadi spot foto yang Instagrammable. Dia bisa membawa banyak ”oleh-oleh” berupa hasil jepretan foto untuk diunggah ke media sosialnya. Apalagi, untuk masuk ke area taman tersebut, pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. “Kesan pertama memang pemandangannya bagus. Makanya datang ke sini tujuannya memang untuk foto,” bebernya.

Wisatawan asal Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, itu menjelaskan, tempat favorit untuk berswafoto di Taman Ghanjaran adalah area taman. Selain itu, ruang terbuka hijau yang terdapat 20 lebih jenis tanaman menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati hawa sejuk di Trawas.

Photo

SELALU RAMAI: Taman Ghanjaran ini termasuk lahan fasum. Karena itu, pengelola tidak menarik tiket masuk bagi para pengunjung. (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)

Wahana permainan yang ada di Taman Ghanjaran juga sayang untuk dilewatkan. Setidaknya terdapat sepuluh wahana yang bisa dinikmati di area tersebut. Di antaranya bianglala, carousel, swinger, tagada rider, pontang-panting, kereta jalan, boom-boom car, bioskop virtual reality (VR), hingga sepeda udara. Selain itu, juga ada wahana baru berupa kolam renang.

Tiket masuk ke wahana permainan pun cukup hemat di kantong. Karena itu, gadis yang akrab disapa Isti tersebut berencana kembali lagi ke Taman Ghanjaran bersama keluarga. “Karena di wahana permainannya lebih cocok bersama keluarga dan anak-anak,” pungkasnya.

Gratiskan Tiket, Andalkan Retribusi


Taman Ghanjaran juga dikenal sebagai destinasi wisata yang ”merakyat”. Pasalnya, untuk mengisi waktu liburan di kawasan pegunungan Trawas tersebut, tak perlu menguras isi kantong wisatawan.

Kepala Desa Ketapanrame Zainul Arifin mengatakan, sebagai salah satu unit usaha yang dikelola BUMDes Ketapanrame, Taman Ghanjaran menawarkan konsep wisata yang murah. Pengunjung bisa leluasa menikmati keindahan taman berikut panorama pegunungan Trawas tanpa dibebani biaya tiket masuk. ”Karena Taman Ghanjaran ini termasuk fasum. Jadi, siapa saja yang masuk memang tidak bayar,” tandasnya.

Dalam pengembangannya, Taman Ghanjaran kini dilengkapi beberapa kegiatan usaha. Di antaranya pengelolaan parkir, pujasera, toilet, serta wahana permainan. Baik yang dikelola secara perorangan maupun kelompok investasi masyarakat yang tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUB) melalui kerja sama kemitraan.

Arifin menyatakan, seluruh pelaku usaha tersebut melibatkan warga desa setempat serta tetap di bawah naungan BUMDes. Sehingga penentuan retribusi di masing-masing kegiatan usaha masih terbilang ramah di kantong. ”Karena BUMDes mempunyai prinsip tidak mencari untung sebanyak-banyaknya, tetapi memberi kesempatan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan,” paparnya.

Untuk di area wahana permainan, tiketnya dibanderol mulai Rp 5 ribu dan termahal mencapai Rp 20 ribu per wahana. Demikian pula pujasera yang menyajikan berbagai kuliner khas Trawas maupun menu kekinian. Semua dijual dengan harga terjangkau.

Maka tak heran jika Taman Ghanjaran tidak pernah sepi. Hampir setiap hari selalu dipadati pengunjung. Arifin menyatakan, selama ini memang tidak terdata secara pasti angka pengunjung lantaran tidak diberlakukan tiket masuk. Namun, berdasar jumlah kendaraan yang parkir, setiap bulan rata-rata mampu menyedot kisaran 40–50 ribu wisatawan.

Baca Juga: Berkunjung ke Bromo Forest di Tosari, Kabupaten Pasuruan

Hingga saat ini, imbuh Arifin, wisata Taman Ghanjaran mampu memberdayakan ratusan warga desa setempat. Masing-masing sebagai pelaku usaha di 107 titik kios dan lapak, 80 tenaga parkir, 10 karyawan, 10 pengurus BUMDes, 10 orang pegawai di KUB, serta 444 kepala keluarga (KK) yang menjadi anggota dari investasi. ”Total yang dilibatkan di unit wisata BUMDes di Ghanjaran dari semua unsur kurang lebih 800 orang. Baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung,” pungkas Arifin.

---

TENTANG TAMAN GHANJARAN

- Berada di Jalan Raya Trawas–Prigen dengan nuansa pegunungan Welirang dan Gunung Penanggungan.

- Dibangun di atas lahan TKD seluas 2 hektare dengan area parkir 1 hektare.

- Memiliki 10 jenis permainan di area wahana KUB dan 12 permainan yang dikelola masyarakat.

- Terdapat 107 titik kios dan lapak yang menjajakan aneka kuliner dan suvenir khas Trawas.

- Kawasan taman dilengkapi dengan gazebo dan area permainan gratis.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/YaK5q24A1Fw

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore