Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 02.15 WIB

5 Rekomendasi Wisata di Manila: Dari Jejak Sejarah, Pasar Perbelanjaan, hingga Sunset di Teluk

Kunjungi kawasan Chinatown tertua di dunia, Binondo di Manila (Hotels.com) - Image

Kunjungi kawasan Chinatown tertua di dunia, Binondo di Manila (Hotels.com)

JawaPos.com - Ibu kota Filipina, Manila, menyajikan perpaduan menarik antara sejarah, modernitas, dan kehidupan lokal yang penuh warna. Baik untuk perjalanan singkat maupun eksplorasi budaya yang lebih mendalam, kota ini menawarkan beragam destinasi wisata yang wajib disinggahi. 

Menurut Guide To Phillippines, sebagai pintu masuk utama bagi wisatawan mancanegara, Manila bukan hanya pusat pemerintahan, bisnis, dan pendidikan, tetapi juga rumah bagi warisan budaya yang kaya.

Wisatawan bisa memaksimalkan kunjungan mereka dengan berkeliling ke sejumlah ikon kota, seperti Divisoria Market, benteng bersejarah, museum kota, dan tempat-tempat menarik lainnya.

1. Divisoria Market: Surga Belanja Murah di Chinatown

Bagi pecinta belanja, Divisoria Market menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Pasar ini terkenal dengan suasana ramai dan padat, namun justru itulah yang menjadi daya tariknya. Dikutip dari Hotels.com, pasar ini dipenuhi deretan kios dan pedagang kaki lima yang menjual hampir segala jenis barang, mulai dari pakaian, tas, tekstil, aksesori, hingga barang elektronik, perlengkapan rumah tangga, buah, sayuran, dan mainan.

Banyak produk tiruan yang bisa ditemui, tetapi jika jeli, pengunjung dapat menemukan barang berkualitas dengan harga sangat murah. Divisoria juga terkenal dengan toko grosir sehingga semakin hemat bila membeli dalam jumlah banyak (sekitar 5-6 item). Untuk pengunjung yang kurang nyaman dengan suasana pasar terbuka, tersedia pula pusat perbelanjaan ber-AC yang menampung ratusan kios serupa.

2. Benteng Santiago: Saksi Bisu Sejarah Manila

Beranjak dari hiruk-pikuk pasar, wisatawan bisa menelusuri jejak sejarah Manila di Benteng Santiago. Dilansir Expedia, benteng yang berdiri sejak abad ke-16 ini awalnya dibangun di atas bekas benteng kepala suku pra-Hispanik terakhir di Manila. Lokasinya yang strategis di tepi Sungai Pasig membuat benteng ini menjadi pusat pertahanan utama pada masanya.

Selain menjadi markas militer, benteng ini juga pernah difungsikan sebagai penjara, terutama di masa kelam pendudukan Jepang pada Perang Dunia II, ketika banyak tawanan disiksa dan dieksekusi di ruang bawah tanahnya. Kini, kawasan ini berfungsi sebagai taman dan memorial untuk mengenang pahlawan nasional Jose Rizal. 

Pengunjung bisa menjelajahi areal luas benteng, museum, hingga terowongan bawah tanah. Salah satu spot ikonik adalah gerbang utama dengan relief kayu St. James Agung di atas kuda, santo pelindung Spanyol yang menjadi inspirasi nama benteng ini.

3. Binondo: Menyusuri Jejak Chinatown Tertua di Dunia

Manila juga memiliki Chinatown yang diakui sebagai yang tertua di dunia, yakni Binondo. Dikutip dari Forever Vacation, kawasan yang berdiri sejak 1594 ini bukan sekadar pusat perdagangan dan kuliner, melainkan juga simbol percampuran budaya Tionghoa-Filipina yang sudah terjalin ratusan tahun.

Menelusuri jalanan Binondo berarti menyaksikan langsung akulturasi budaya. Dari arsitektur, festival, hingga kuliner, semuanya menggambarkan keberagaman yang melekat dalam kehidupan masyarakat Manila. Gereja-gereja tua seperti Basilica San Lorenzo Ruiz menjadi saksi sejarah keagamaan komunitas Tionghoa-Filipina.

Yang paling menggoda tentu saja wisata kuliner khas Binondo. Dari dim sum autentik hingga jajanan jalanan lainnya, menegaskan bahwa pengalaman kuliner di Binondo tidak ada duanya. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore