
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-79 tahun Republik Indonesia, di Laut Pasir Bromo. (ANTARA)
JawaPos.com - Bukit Teletubbies di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sempat viral dan mencuri perhatian masyarakat akibat insiden kebakaran dipicu flare dari sepasang kekasih yang melakukan foto prewedding. Beberapa bulan berlalu dan kembali menghijau, Bukit Teletubbies untuk kedepannya tak bakal lagi terdengar.
Bukan lantaran fisiknya yang menghilang, akan tetapi nama Bukit Teletubbies dipastikan tidak akan eksis lagi. Ini setelah Balai Besar TNBTS bersama romo dukuh dan tokoh masyarakat Tengger sepakat mengembalikan penyebutan tiga lokasi wisata di kawasan tersebut ke nama aslinya sebagai upaya pelestarian budaya lokal.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, menyatakan lokasi wisata yang dimaksud, yakni Bukit Teletubies, Bukit Cinta, dan Bukit Kingkong. "Bukit Teletubies dikembalikan menjadi Lembah Watangan karena berdasarkan sejarahnya lokasi itu merupakan dataran rendah yang pada seribu tahun yang lalu ditumbuhi pepohonan vegetasi asli Tengger," kata Septi, dikutip dari Antara, Senin (19/8).
Pepohonan di sana, awalnya dalam kondisi sangat terjaga hingga akhirnya roboh dengan sendirinya, seiring berjalannya waktu. "Banyaknya pohon watang yang roboh di lokasi tersebut, maka dinamakan Lembah Watangan," ujarnya.
Kemudian untuk Bukti Cinta, Septi menyatakan lokasi tersebut dikembali sesuai nama aslinya, yakni Lemah Pasar. "Lemah Pasar yang nama aslinya adalah Pasar Agung yang merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan upacara," ucapnya.
Septi menyatakan untuk Bukit Kingkong memiliki nama asli Bukit Kedaluh yang berasal dari dua kata bahasa Sansekerta, yaitu Kada dan Luh. "Kada artinya merindukan dan Luh artinya pemberi hujan atau Dewa Indra. Oleh karena itu Kadaluh artinya merindukan pemberi hujan dengan harapan kesuburan untuk wilayah Tengger," imbuhnya.
Septi menjelaskan deklarasi pengembalian penamaan tiga lokasi wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dilakukan setelah upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-79 tahun Republik Indonesia, di Laut Pasir Bromo.
"Ditandai dengan pembacaan deklarasi oleh Kartono dan penandatanganan Deklarasi oleh Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, romo dukun Tengger, tokoh masyarakat Tengger, serta seluruh pejabat administrator," kata dia.
Selain itu, TNBTS bersama pihak terkait juga meresmikan signage atau papan tanda yang telah diganti menggunakan nama lokal, yaitu pada lokasi Lembah Watangan. Ia berharap upaya pelestarian budaya ini didukung upaya dari banyak pihak dengan melakukan sosialisasi tiga lokasi itu sesuai dengan nama aslinya.
"Mulai dari instansi pemerintah sampai wisatawan turut mempublikasikan nama lokal tersebut," tuturnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
