
ALAMI: Seluruh gazebo maupun jembatan yang berdiri di atas aliran sungai di Rumpun Bambu menggunakan konsep semipermanen untuk menjaga agar fungsi sungai tidak berkurang. (M. Machfud/Jawa Pos Radar Tubang)
Destinasi yang terletak di Kecamatan Rengel ini menawarkan sajian nan unik. Sebuah perpaduan wisata air di aliran sungai nan jernih, rimbunnya gugusan bambu, serta keindahan pegunungan kapur yang membentang.
---
JARAK objek wisata tersebut tidak terlalu jauh dari pusat kota Tuban. Tepatnya di Dusun Beron, Desa Punggulrejo. Dibutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit saja dengan berkendara.
Nuansa khas pedesaan langsung bisa dinikmati begitu memasuki desa di bagian tenggara kabupaten berjuluk Bumi Ranggalawe itu. Para pengunjung bisa menyaksikan hijaunya hamparan sawah serta jernihnya aliran sungai dari Sendang Beron yang merupakan sumber air alami di desa setempat.
Begitu memasuki Dusun Beron, para traveler langsung disambut pemandangan deretan rumpun bambu yang berdampingan dengan aliran sungai. Di tengah-tengahnya berdiri jembatan bambu berukuran 80 sentimeter x 30 meter yang di atasnya terdapat gazebo.
Tidak ada tiket resmi untuk memasuki destinasi tersebut. Pengunjung membayar seikhlasnya. Plus tarif parkir kendaraan. Pengunjung yang lupa membawa bekal tak usah khawatir. Sebab, di gerbang masuk sudah tersedia berbagai jajanan yang disiapkan para pedagang.
’’Di sini, pengunjung bisa bersantai di gazebo sambil menikmati jajanan yang bisa dipesan langsung di sekitar lokasi wisata,’’ ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Bambu Irfan Efendi kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Begitu menginjakkan kaki di atas jembatan bambu, pengunjung serasa berada di ’’dunia lain’’, dunia yang begitu kontras dengan hiruk pikuk perkotaan. Udaranya begitu sejuk, suasana alam pedesaannya juga begitu menenangkan.
Di bawah jembatan, air sungai Sendang Beron yang jernih seakan-akan mampu menenteramkan hati siapa pun yang menyaksikan. Saking jernihnya, rumput dan tanaman khas perairan darat pada kedalaman sekitar 1 meter terlihat.
Di atas sendang tersebut, berenang ribuan ikan koi, tombro, dan ikan hias lain dengan warna-warni yang cantik. Ikan-ikan itu begitu akrab dengan pengunjung yang memberi makanan.
Sambil menikmati suasana kehidupan di bawah permukaan air sendang, pengunjung bisa menikmati hijaunya deretan rumpun bambu yang membentuk sebuah gugusan.
Pemandangan lain yang bisa dinikmati di destinasi wisata itu adalah hijaunya area persawahan di timur dan selatan sendang. Lalu, di sisi barat, pengunjung bakal disuguhi indahnya pegunungan kapur yang membentang.
Bukan hanya sajian alam yang luar biasa, pengunjung juga bisa menikmati wahana yang sudah tersedia di sana. Salah satunya, susur sungai dengan perahu atau rakit bambu sejauh 40 meter. ’’Pengunjung cukup membayar Rp 3 ribu,’’ kata Irfan.
Photo
MEMANJANG: Salah satu ikon destinasi wisata Rumpun Bambu adalah jembatan bambu sepanjang 80 meter yang di atasnya dibangun gazebo-gazebo. (M. Machfud/Jawa Pos Radar Tuban)
Satu lagi sajian yang sangat sayang dilewatkan para pengunjung Rumpun Bambu. Yakni, menyaksikan keindahan sunrise dan sunset melalui rumah apung bambu yang bernuansa klasik. ’’Sinar matahari yang menerpa permukaan sendang memancarkan warna yang khas. Makanya, wisatawan semakin ramai saat pagi atau menjelang senja,’’ ungkap bapak tiga anak itu.
Sebenarnya, Rumpun Bambu belum resmi dibuka. Karena itu, pengelola tidak mengenakan tiket masuk. Wahana kereta kelinci di area wisata juga digratiskan. Meski demikian, respons pengunjung cukup luar biasa. Mereka juga ikut mengenalkan destinasi itu. ’’Terutama melalui media sosial setiap kali datang,’’ ujarnya.
SEKILAS TENTANG OBJEK WISATA RUMPUN BAMBU
- Terletak di Dusun Beron, Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel
- Mulai dibangun pada September 2022
- Hingga kini belum dibuka secara resmi
TARIF
- Karena belum dibuka, pengelola tidak menetapkan tiket resmi. Pengunjung hanya membayar seikhlasnya.
- Tarif parkir ditetapkan Rp 2 ribu (roda dua) dan Rp 5 ribu (roda empat).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
