
Photo
JawaPos.com - Video dan rekaman amatir seputar ikan mati yang dinarasikan karena limbah nuklir Jepang banyak ditemukan di media sosial. Tapi, setelah ditelusuri ternyata jauh berbeda.
’’Pembuangan air limbah nuklir oleh negara Jepang ke laut yang mengandung zat kimia berbahaya,’’ tulis akun Facebook Basuni Ismail pada 12 September lalu. Akun itu menampilkan puluhan orang yang sedang melihat ribuan ikan yang mati dan menggelepar di tanah (s.id/DampakNuklir).
Video berdurasi 12 detik itu memperlihatkan suasana seperti musim dingin. Orang-orang dalam video itu mengenakan jaket tebal. Tak tampak deru ombak atau suasana pantai di sekitar orang dan ikan-ikan tersebut. Yang terlihat seperti kendaraan melintas di area yang tertutup es.
Berdasar penelusuran, hingga kini belum ada laporan resmi tentang dampak yang muncul seusai pemerintah Jepang membuang air limbah yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima pada 24 Agustus 2023.
Menggunakan situs padanan gambar asal Rusia, yandex.com mengarahkan pada beberapa tradisi masyarakat di musim dingin. Suasana pada video unggahan itu mirip tradisi memancing saat musim dingin di Danau Chagan, Tiongkok. Khususnya pada bagian ikan merah muda.
Situasi itu diunggah oleh kanal YouTube @ChinaMatters dengan short video pada 21 Januari 2022 berjudul Big Harvest in China’s Chagan Lake Winter Fishing!. Nah, keterangan video pendek itu menyebut Danau Chagan di Provinsi Jilin, Tiongkok Timur Laut, adalah satu-satunya tempat di mana metode penangkapan ikan Mongolia saat musim dingin itu dilestarikan (s.id/MancingTradisional).
Sementara itu, portal BBC mengulas beberapa kekhawatiran lain yang muncul akibat pembuangan air limbah olahan PLTN Fukushima. Pemerintah Jepang melakukan berbagai upaya untuk menetralkan dampak pada lingkungan.
Pemerintah Jepang mengatakan tingkat akhir tritium –sekitar 1.500 becquerel per liter– jauh lebih aman daripada tingkat yang diwajibkan oleh regulator untuk pembuangan limbah nuklir, atau oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk air minum. Tepco mengatakan tingkat karbon-14 juga akan memenuhi standar.
Tepco dan pemerintah Jepang telah melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa udara yang dibuang hanya menimbulkan sedikit risiko bagi manusia dan kehidupan laut. Banyak ilmuwan juga mendukung rencana tersebut (s.id/RangkaianLimbah).
FAKTA: Video ribuan ikan merah menggelepar itu identik dengan tradisi memancing secara tradisional di Danau Chagan, Tiongkok. (zam/c18/jun)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
