
Photo
DISINFORMASI konflik Ukraina dan Rusia banyak tersebar luas di media sosial. Misalnya, rekaman amatir berisi sekelompok warga melempari kendaraan taktis milik Rusia dengan menggunakan bom molotov. Katanya, kejadian itu terjadi di Kota Kherson, Ukraina Selatan.
”Aksi penduduk kota Kherson di Ukraina menghadapi pasukan Rusia dengan bom molotov buatan sendiri,’’ tulis akun Facebook Alief Khalifatullah pada 27 Februari 2022 (bit.do/DiKotaKherson).
Tak hanya itu, akun Twitter @indiVdu_Merdeka mengulas hal yang sama. Dia menulis Serangan Bom molotov ditujukan terhadap tank2 Rusia oleh warga Kiev. Pasukan Rusia Telah Masuki Ibu Kota Kiev, Presiden Ukraina Minta Warga Buat Bom Molotov untuk Melawan PD III. Tulisan itu telah diunggah pada 26 Februari 2022 (bit.do/DiKiev).
Nah, ada perbedaan pada pencantuman lokasi dalam dua unggahan tersebut. Pertama, Kherson di Ukraina Selatan. Lalu, menyebut di ibu kota Ukraina, Kiev. Dalam informasi itu juga dipertegas bahwa situasi chaos dengan pelemparan molotov ke kendaraan taktis terjadi setelah presiden Ukraina meminta warganya membuat bom botol itu.
Memang baru-baru ini presiden Ukraina meminta warganya untuk terlibat dalam fase defensif terhadap serangan Rusia dengan mempersenjatai warga. Termasuk pembuatan bom molotov yang diserukan kementerian pertahanan di Twitter-nya. Tapi, apakah benar video chaos yang diunggah dua akun tersebut terjadi baru-baru ini? Atau setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta warga turut berperang?
Saat ditelusuri, video chaos dari akun Twitter @indiVdu_Merdeka dan akun Facebook Alief Khalifatullah itu menyebar sejak 2018, sebelum Rusia menginvasi Ukraina. Video tersebut diunggah oleh kanal YouTube ПРАВИЙ СЕКТОР pada 20 Februari 2018.
Judul video itu jika diterjemahkan berbunyi, APC pertahanan Maidan 2014 sedang terbakar. Serangan yang gagal pada barikade. Keterangan itu menyebutkan bahwa video tersebut menunjukkan kondisi revolusi. Pasukan keamanan mencoba menabrak barikade dengan pengangkut personel lapis baja yang langsung membakar para pembela Maidan.
”Pada malam 19 Februari 2014, elang emas mencoba membubarkan Euromaidan, tetapi tidak ada upaya yang berhasil. Aktivis melawan pasukan keamanan dengan bermartabat,’’ jelas keterangan tersebut. Anda bisa melihatnya di bit.do/Kejadian2014Maidan.
Maidan sendiri mengacu pada kawasan Maidan Nezalezhnosti atau alun-alun yang terletak di pusat kota Kiev. Pada 2014, Euromaidan merupakan serangkaian aksi unjuk rasa dan kerusuhan di Ukraina yang dimulai pada malam 21 November 2013.
Terlebih setelah meletusnya demonstrasi yang meminta integrasi yang lebih erat dengan Uni Eropa. Cakupan demonstrasi itu meluas menjadi seruan agar Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dan pemerintahannya mengundurkan diri. Anda dapat membaca arsip Reuters di bit.do/ArsipUkraina2014.
FAKTA
Video pelemparan bom molotov kepada pasukan keamanan terjadi pada 2014 di Maidan Nezalezhnosti atau alun-alun yang terletak di pusat kota Kiev. Bukan kejadian saat konflik Rusia-Ukraina.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
