
Photo
MUSIBAH tanah longsor di Kabupaten Nganjuk pada 14 Februari lalu langsung diikuti kabar palsu. Bentuknya berupa rekaman video amatir tentang beberapa orang yang berlarian saat melihat tanah perbukitan longsor pada siang hari. Lalu, video itu diberi keterangan sebagai bencana longsor di Ngetos, Nganjuk.
”Viral video amatir detik-detik tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur,” tulis akun Facebook VIRAL kemarin (16/2). Posting-an itu langsung disebar ulang oleh sejumlah netizen tanpa mengecek kebenarannya (bit.do/LongsorNgetos).
Jika mengikut berita musibah longsor di Nganjuk, tentu video tersebut terlihat janggal. Sebab, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa longsor di Desa Ngetos itu terjadi pada Minggu petang (14/2), pukul 18.30. Sementara itu, di video yang diunggah akun Facebook, longsor tampak terjadi pada siang hari.
Penelusuran dengan memanfaatkan situs padanan gambar, video tentang longsor itu beredar di media sosial sejak 2017. Kanal YouTube Refa Super pernah mengunggah versi video yang lebih lengkap pada 11 April 2017. Judulnya berbunyi, Dlopo Seng Asli dari Dlopo.
Meski tidak mencantumkan keterangan yang spesifik, unggahan tersebut mematahkan narasi bahwa video detik-detik tanah longsor itu terjadi di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, baru-baru ini. Selain terjadi pada siang, rekaman tersebut sudah menyebar sangat lama. Anda dapat melihatnya di bit.do/LongsorDlopo2017.
Saat ditelusuri dengan beberapa kata kunci, longsor Dlopo mengarah pada beberapa pemberitaan. Mengutip portal news.detik.com, peristiwa itu terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, pada 2017. Titik longsor berada di tebing Jurang Ondo. Terjadi pada Minggu, 9 April 2017, sekitar pukul 13.00.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Nganjuk Sukonjono, longsor pertama terjadi tiga hari sebelumnya dan material longsor sempat menutup aliran sungai besar. Anda dapat membacanya di bit.do/Longsor2017.
Baca Juga: Terdampak Pandemi Covid-19, 815.470 Jiwa Warga Surabaya Jadi MBR
---
FAKTA
Video yang memperlihatkan warga berlari saat melihat tanah longsor pada siang hari itu terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, pada April 2017. Beda lokasi dan waktu dengan longsor yang terjadi di Desa Ngetos pada 14 Februari lalu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/5HXV0Lgmy5g

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
