
Photo
REKAMAN video amatir yang memperlihatkan ribuan orang salat jamaah di jalanan tersebar di Facebook. Keterangan video itu menyebutkan, salat jamaah dilakukan warga Amerika Serikat (AS) yang sedang dilanda pandemi Covid-19. Beberapa netizen lantas membandingkan kejadian tersebut dengan imbauan ibadah di rumah oleh pemerintah Indonesia.
”Apa kita ga malu Amerika Serikat sholat jamaah kita ngaku orang muslim tapi ko sholat juga aja ga ada yg berani.” Begitu komentar yang ditulis pemilik akun Facebook Ocha pada 14 April lalu.
Di YouTube, video serupa diunggah kanal IQRO-212 Channel pada 9 April 2020. Judulnya Amerika Sholat Magrib. Di kolom keterangan tertulis, AS bukanlah negara dengan mayoritas penduduk muslim. Namun, ketika virus korona datang, mereka berduyun-duyun melakukan salat jamaah di jalan raya. Anda bisa melihat video berdurasi 45 detik itu di (bit.ly/Salatjamaah).
Saat ditelusuri, ternyata sudah ada yang mengunggah video yang sama di YouTube tiga tahun silam. Salah satunya adalah kanal Quran Videos yang mengunggah video tersebut pada 5 Februari 2017 dengan judul Muslim Praying in New York Streets. Itu membuktikan bahwa salat jamaah di jalanan yang dilakukan warga AS tersebut tidak memiliki kaitan dengan pandemi Covid-19. Anda dapat melihatnya di bit.ly/VideoLawas2017.
Mengutip berita dari situs aljazeera.com, salat magrib berjamaah di jalan itu merupakan bentuk protes terhadap larangan masuknya imigran dari tujuh negara berpenduduk muslim yang dikeluarkan Presiden Trump pada 27 Januari 2017. Selain salat berjamaah di jalan, warga yang rata-rata pedagang tersebut menutup toko masing-masing di seluruh penjuru kota.
Padahal, toko-toko kelontong kecil yang menjual makanan sering berfungsi sebagai tempat berkumpulnya warga secara informal. Lebih dari 2.000 orang berkumpul di Brooklyn Borough Hall untuk menentang keputusan kontroversial itu. Anda dapat membaca dan melihat dokumentasi protes tersebut di bit.ly/ProtesKeputusanTrump.
FAKTA
Video yang memperlihatkan warga AS salat berjamaah di jalanan direkam pada Februari 2017. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan pandemi Covid-19.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=U2KI2bruNO0
https://www.youtube.com/watch?v=3tMXpNKOvdA
https://www.youtube.com/watch?v=Jj7QD7VY7q0

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
