
Megawati Soekarnoputri menjadi korban berita hoax. Dia dikabarkan mengintervensi kasus e-KTP dengan meminta KPK tak mengusut Puan Maharani
JawaPos.com - Beberapa hari terakhir, pihak yang terkesan berseberangan dengan pemerintahan saat ini menyebar hoax cukup menggelikan. Yakni terkait Megawati Soekarnoputri yang menggelar konferensi pers (konpers) untuk menjelaskan posisi putrinya, Puan Maharani, dalam kasus korupsi e-KTP.
Hoax itu mudah dipercaya orang awam. Pertimbangannya, pertama, kabar tersebut dikemas seolah-olah sebuah berita. Dalam berita tersebut, Megawati seolah-olah didampingi Presiden Joko Widodo dan Puan Maharani sedang menggelar konpers. Megawati menyatakan bahwa anaknya, Puan, tidak terlibat kasus korupsi e-KTP.
"Dengan nada marah, Megawati menyatakan bahwa putrinya (Puan Maharani) tidak ada kaitannya dengan kasus e-KTP. Menurut ketua umum PDIP, KPK tidak perlu mengadakan penyidikan dan pemeriksaan atas putrinya (Puan Maharani). KPK harus menghormati dan mematuhi keputusan yang telah diperintahkan presiden. Kewenangan dan tanggung jawab di kementerian berada dalam keputusan dan kebijakan presiden," bunyi narasi hoax tersebut. Kabar palsu itu disertai foto Megawati diapit Presiden Jokowi dan Puan Maharani.
Sebenarnya mudah memastikan kabar tersebut hoax atau bukan. Pertama, dalam foto itu Megawati sedang memegang mikrofon. Lalu, di meja depan Megawati banyak sekali mikrofon lain dengan logo stasiun televisi. Artinya, jika benar ada konferensi pers, banyak media yang mengabarkan kejadian tersebut. Terutama statement Megawati yang meminta KPK tidak mengadakan penyidikan dan pemeriksaan atas Puan.
Faktanya, tak ada satu pun media mainstream yang mengabarkan hal tersebut. Tidak mungkin juga Megawati menggelar konpers di Planet Mars atau negeri antah-berantah, di mana jejak digitalnya tak tertinggal di search engine. Keanehan lain dari statement Megawati itu tampak dari kalimat, "Kewenangan dan tanggung jawab di kementerian berada dalam keputusan dan kebijakan presiden."
Pertanyaannya, sejak kapan KPK termasuk dalam kementerian? Sesuai UU 30/2002, KPK merupakan lembaga independen. KPK bertanggung jawab kepada publik. Juga, lembaga tersebut menyampaikan laporannya secara terbuka dan berkala kepada presiden, DPR, serta BPK.
Tanda hoax berikutnya terkait dengan foto. Foto Megawati yang diapit Jokowi dan Puan itu ternyata tak berkaitan dengan konpers kasus e-KTP. Melainkan dalam sebuah acara lain. Jika melihat baju yang dikenakan Megawati dan Puan, sepertinya ketiganya berada dalam jumpa pers saat hari pencoblosan Pemilihan Legislatif 2004.
Meskipun banyak keanehan, ternyata banyak yang percaya bahwa informasi tersebut benar. Kabar itu disebar banyak netizen. Termasuk disebar pula oleh buzzer seperti akun Instagram fakta_elite. Jawa Pos sempat meng-capture akun itu menyebarkan hoax tersebut. Namun, kemarin unggahan hoax itu sudah dihapus.
---
FAKTA
Kabar Megawati melarang KPK memeriksa Puan Maharani tak ditemukan di satu pun media mainstream. Padahal, sumber kabar itu menyebut pernyataan Megawati disampaikan dalam sebuah konferensi pers.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022