Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 21.35 WIB

Megawati Bertemu Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta, Soroti Efektivitas DK PBB

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta di Gedung Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta di Gedung Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta di Gedung Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8). Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah peraih Nobel dan Turing Award yang menjadi bagian dari delegasi Science for Development Summit 2026.

Ramos-Horta tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WIB dengan mengenakan batik berwarna biru. Kedatangannya disambut langsung oleh Megawati yang kemudian menggenggam tangan Ramos-Horta untuk mengajaknya menuju balkon di area pintu masuk Gedung Megawati Institute.

Dalam pertemuan itu, Megawati menyampaikan pandangannya mengenai situasi geopolitik dunia, termasuk berbagai konflik yang hingga kini belum menemukan penyelesaian. Ia mempertanyakan kemampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjalankan perannya untuk mencegah maupun menghentikan eskalasi peperangan.

"Seperti sekarang ini saja menurut saya sebagai seorang presiden, perang itu mengapa tidak bisa diselesaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa? It’s a big question for me," kata Megawati dalam pertemuan tersebut.

Menurut Megawati, persoalan tersebut tidak terlepas dari struktur kelembagaan Dewan Keamanan (DK PBB), yang dianggap masih mencerminkan konfigurasi kekuatan dunia setelah Perang Dunia II. Ia menilai, kondisi dunia saat ini telah mengalami banyak perubahan sehingga diperlukan pembaruan terhadap sistem yang ada.

Megawati menyebut gagasan mengenai reformasi PBB bukanlah hal baru. Ia mengatakan pemikiran tersebut juga pernah disuarakan oleh ayahnya, Soekarno, Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia.

"Ayah saya adalah orang yang selalu meminta untuk yang namanya PBB itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa, harus merubah diri. Karena itu dibuat ketika setelah Perang Dunia Kedua. Sekarang sudah beda peradabannya untuk supaya semakin ada keadilan," tegas Megawati.

Ia kemudian menyoroti komposisi Dewan Keamanan PBB yang dinilai belum cukup merepresentasikan perkembangan masyarakat internasional. Megawati berpandangan, negara-negara yang dahulu belum merdeka dan kini telah menjadi bagian dari komunitas global juga semestinya memiliki ruang dalam struktur pengambilan keputusan PBB.

"Dewan Keamanan itu strukturnya sudah tidak boleh seperti apa yang ada sekarang ini. Harus benar-benar mendapatkan sebuah perubahan baru, di mana bangsa-bangsa yang ada sekarang, yang dulu mungkin belum merdeka, itu pun mendapatkan tempat di Dewan Keamanan tersebut," jelasnya.

Selain menyampaikan kritik terhadap tata kelola PBB, Megawati menawarkan gagasan untuk memperkuat dialog internasional. Ia mengusulkan kepada Ramos-Horta agar dibangun sebuah forum yang mempertemukan para pemikir, ilmuwan peraih penghargaan Nobel, serta para pemimpin politik dari berbagai negara.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore